Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Keberadaan sumur tua Kutisari telah berubah menjadi kawasan pemukiman warga. Foto Ayul
Semburan Gas Kutisari Diduga Dari Sumur Tua Peninggalan Kolonial
Rabu, 25-09-2019 | 15:16 wib
Oleh : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Semburan lumpur bercampur gas dan minyak di depan rumah warga Kutisari Surabaya, diduga dari sumur tua peninggalan kolonial. Sebab dalam catatan sejarah, di daerah Kutisari terdapat 34 sumur tua.

Saat ini Dinas ESDM, Pertamina juga SKK Migas masih melakukan pendalaman semburan lumpur dan minyak di depan rumah warga Kutisari Surabaya. Setiajit Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, dugaan sementara semburan tersebut dari sumur tua peninggalan kolonial. "Dari data kami ada 120 sumur tua dan 34 sumur tua diantaranya berada di blok kuti. Yaitu kawasan Kutisari, dan sekarang berubah menjadi kawasan pemukiman warga dengan kedalaman 300 meter," kata Setiajit.

Tekanan semburan relatif kecil dan nantinya akan berhenti sendiri bila gas dan minyak habis. Hanya saja perlu diantisipasi berupa rembesan atau uap gas disekitarnya. Pihak SKK Migas, Pertamina dan ESDM sedang melakukan detektor gas yang ada di sekitar semburan. "Kami meminta kepada pemilik rumah untuk mengungsi sementara dari rumahnya, dan warga diminta segera melapor bila menemukan titik semburan gas baru," tambah Setiajid. (pul)

Berita Terkait


2 Hari Dikebut, Pemasangan Separator Kutisari Tuntas

Solusi Semburan Kutisari Akan Dibuatkan Separator

Kandungan Gas Metan Semburan Lumpur Kutisari Meningkat

Air Berlumpur Dari Pengeboran Minyak Masuk Sawah Resahkan Warga


12 Tahun Semburan Lumpur, Jaya Laksana Tak Masalah Teori Bernoulli Digunakan PPLS

Ada Semburan Lumpur di Lumajang, Malah Jadi Tontonan Warga

Semburan Lumpur Rusak Sawah Sekitar

Pastikan Semburan Lumpur Bojonegoro Akan Berhenti

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber