Berita Terbaru :
Solidaritas Lawan Corona Dengan Bantu APD
Tekan Covid 19, Tagana Bagi Handsanitizer Gratis
Surabaya Pastikan Belum Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Pemkot Surabaya Pastikan Masih Akan Pakai Bilik Sterilisasi
Karantina Wilayah,Warga Perumahan Bikin Bilik Sterilisasi Secara Swadaya
Sidak Dirlantas Polda Jatim, Akses Jalan Poncan dan Rungkut Menanggal Telah Dibuka
Hasil Rapid Test, Satu PDP Reaktif Virus Corona
Pemkot Mojokerto Siapkan Rumah Susun Bagi Para Pemudik
Pertimbangkan Kepentingan Masyarakat,Jalan Rungkut Menanggal-Pondok Candra Dibuka Lagi
Satlantas Polres MojokertoKota Bersama Komunitas Youtuber Membagikan 1000 Masker
Di Jawa Timur Terdapat 21 Kluster Penyebaran Covid 19
Jokowi Tegakan Tidak Bebaskan Napi Koruptor
Puluhan Wastafel Jumbo Dibagikan ke Pasar-Pasar Tradisional
Presiden Jokowi : Masyarakat Keluar Rumah Wajib Pakai Masker
Sebanyak 24 Warga Yang Kontak Fisik Dengan Orang Positif Virus Corona Diisolasi
   

Demo Mahasiswa Tuntut Stop Maraknya Alih Fungsi Lahan Pertanian
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 24-09-2019 | 17:21 wib
Reporter : Syaiful Anwar dan Wilda Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Di Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2019, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Brigade Rakyat dan Pemuda Nusantara berunjuk rasa ke kantor DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur. Mereka menuntut para wakil rakyat agar mendesak pemerintah setempat untuk melakukan pencegahan terhadap maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan oleh pengembang yang mencapai 5 persen per tahun, sebab akan mengancam ketahanan pangan.

Puluhan mahasiswa mendatangi gedung perwakilan rakyat di Jalan Trunojoyo Kecamatan Kota Sumenep. Sambil membentangkan poster kecaman, mahasiswa juga berorasi mendesak para wakil rakyat agar mendesak pemerintah pencegahan melakukan pencegahan alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan.

Hal tersebut dapat mengakibatkan lahan pertanian di Sumenep mengalami penyusutan. "Bila terus dibiarkan dan tidak dilakukan pencegahan dengan regulasi yang tegas, akan mengancam ketahanan pangan khususnya bagi masyarakat Sumenep ke depannya," ujar Baihaki, korlap aksi.

Mahasiswa juga melakukan aksi teaterikal sambi membawa hasil pertanian seperti terong, kacang panjang dan pohon tembakau. Mereka juga menyerahkan hasil pertanian itu kepada Ketua DPRD Sumenep, sebagai bentuk simbol perjuangan nasib petani.

Sementara, Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Alimunir, yang menemui pengunjuk rasa mengapresiasi tuntutan mahasiswa. Pihaknya berjanji segera berkordinasi dengan pihak Pemkab setempat untuk meninjau kembali rencana tata ruang wilayah di Kabupaten Sumenep.

Setelah mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Sumenep, mahasiswa lalu membubarkan diri dengan tertib. Namun, mereka akan kembali turun jalan bila tuntutannya nantinya tidak kunjung ditindaklanjuti.(end)

Berita Terkait

Mahasiswa Sumenep Tuntut Tambak Udang Segera Ditindak

Ratusan Mahasiswa PMII Gelar Demo Tolak Kenaikan Iuran BPJS

Ratusan Mahasiswa Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Marak Calo SIM, Mahasiswa Demo Polres Tuban
Berita Terpopuler
Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Covid-19  11 jam

Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Covid-19  10 jam

Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di ...selanjutnya
Covid-19  11 jam

Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber