Berita Terbaru :
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
Tips Agar Koneksi Internetmu Tidak Lelet
Malaysia Larang Orang Asing Salat Berjemaah di Masjid
Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
   

Enam Pelaku Curanmor Antar Kota Dibekuk Polda Jatim
Metropolis  Selasa, 24-09-2019 | 16:55 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Subdit Tiga Jatanras Polda Jatim berhasil membongkar 6 pelaku pencurian, penggelapan, pemalsuan dan penadah kendaraan bermotor, yang merupakan jaringan antar kota. Mereka ditangkap di Lumajang, Pasuruan, dan Bali. Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan belasan unit mobil dan dokumen kendaraan.

Enam pelaku pencurian, penggelapan, pemalsuan, dan penadah kendaraan bermotor yang merupakan jaringan antar kota, dibekuk oleh Subdit Tiga Jatantas Polda Jatim. Para pelaku yang memiliki peran masing-masing ini, ditangkap di 3 kota berbeda.

Keenam pelaku ini ditangkap di 3 kota yaitu Lumajang, Pasuruan, dan Bali. Empat pelaku berasal dari Lumajang diantaranya, Slamet (40), Husna (33), Muntai (40), Muzayyin (58), Nizar (43) asal Bangil, Pasuruan dan Zulkifli (32) warga Tabanan, Bali.

Polisi berhasil mengamankan 11 unit mobil dari hasil pencurian, penggelapan, ditadah, dan selanjutnya diubah atau dipalsukan dokumennya. Polisi juga menyita belasan surat tanda nomor kendaraan yang dipalsukan, peralatan yang digunakan untuk pemalsuan.

Dari hasil penyidikan, keenam pelaku ini menggunakan modus usaha pegadaian, menyewa mobil, hingga melakukan pencurian. "Seluruh dokumen kendaraan dari hasil kejahatan ini, dipalsukan oleh para pelaku dengan peralatan khusus," ujar Dirreskrimum Polda Jatim, Kombespol Gideon Arif Setyawan.

Akibat perbuatannya, keenam pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman maskimal 7 tahun penjara. Para pelaku yang berperan sebagai pemalsu dokumen, dijerat Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan, diancam 6 tahun penjara. Sedangkan pelaku penggelapan dijerat Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Pelaku penadah dijerat Pasal 480 KUHP, yang masing-masing diancam 4 tahun penjara.(end)

Berita Terkait

Residivis Curanmor Diringkus Kembali

Bermimpi Ingin Punya Motor, Tukang Rosokan Jual Motor Majikan

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli

Beraksi Curi Motor Pencari Rumput, Warga Pagelaran Babak Belur
Berita Terpopuler
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  8 jam

Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
Infotainment  7 jam

Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Pilkada  6 jam

Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Pendidikan  1 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber