Berita Terbaru :
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Pusat Oleh-Oleh Haji dan Umroh Alami Kerugian Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren
Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
   

Warga Datangi Polsek Suruh, Tak Mau Instalasi Pamsimas Ditutup
Mataraman  Selasa, 24-09-2019 | 16:10 wib
Reporter : Simon Bagus, Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Ratusan warga Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek mendatangi Mapolsek Suruh. Mereka datang untuk mengklarifikasi benar tidaknya informasi soal rencana ditutupnya instalasi Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Warga membawa berbagai poster bertuliskan penolakan apabila informasi itu benar adanya, terkait informasi soal rencana penututupan instalasi Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Bagi warga, air yang dihasilkan dari pamsimas merupakan salah satu sumber air utama ketika musim kekeringan.

Budiyanto, warga RT,RW 21,04, Desa Gamping, mengatakan, masyarakat sangat diuntungkan oleh program tersebut. "Bahkan, warga sepakat untuk membayar iuran untuk bisa mendapat akses air bersih itu," ujar Budiyanto.

Hal itu ia sampaikan karena, menurut informasi yang ia dapat, Polsek Suruh tengah menyelidiki dugaan pungli dari program yang telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu itu.

Pihaknya juga ikut dalam penentuan tarif iuran dan tidak keberatan. Saat musim kemarau, warga kesusahan air. Maklum saja, Desa Gamping berada di daerah pegunungan, hal ini membuat sumber air dari sumur tak bisa diharapkan ketika musim kemarau.

Sedangkan Kepala Desa Gamping, Puguh Arbiantoro menjelaskan, pamsimas di desa itu dikelola oleh Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KP Spam). "Penarikan iuran penggunaan air dari pamsimas sudah disepakati warga," kata Puguh.

Iurannya disini Rp 4.000 per meter kubik, itu pun disurvei terakhir biaya produksinya Rp 3.200 per m3. Hal itu sudah disampaikan ke masyarakat, mereka sendiri yang menentukan,

"Instalasi pamsimas butuh pemompaan air dari sumber ke tandon, air di tandon kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga.sekitar 400 warga memanfaatkan saluran air tersebut," kata Puguh.

Sementara itu, ditemui di Polsek Suruh, Kapolsek Suruh, AKP Wardjito mengatakan, informasi penutupan instalasi pamsimas merupakan kabar bohong. "Polisi ,tidak ada rencana untuk menutup instalasi tersebut," ujarnya.

Pada hari itu, polisi memang mengundang bendaraha KP Spam untuk dimintai keterangan guna menyelidiki dugaan penyelewengan dana pengelolaan instalasi penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Desa Gamping.

Dugaan sementara banyak perbedaan, indikasinya nilai riil yang dikeluarkan untuk operasional dan nilai yang tertera pada pembukuan tidak sama.

Pihak polisi juga menanyakan terkait keberadaan tanah yang dilakukan di kawasan hutan, apakah ada izinnya dan penggunaan listriknya apakah sudah mengajukan ke PLN.

Temuan polisi sementara, ada penyelewengan dana dari hasil iuran warga dalam pengelolaan insatalasi itu. Indikasinya nilai riil yang dikeluarkan untuk operasional dan nilai yang tertera pada pembukuan tidak sama. (yos)

Berita Terkait

Bansos Tak Tepat Sasaran, Warga Demo Kantor Kelurahan

Dinilai Ngawur Asal Panggil Saksi, Kantor Kejaksaan Bangil Dilurug Warga

Warga Tetap Protes Kendaraan Berat Mengaspal di Jalan Raya Munggut

Warga Demo Menolak Puskes Sidodadi Dijadikan Tempat Isolasi Virus Covid 19
Berita Terpopuler
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  14 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  11 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  10 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber