Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Warga Datangi Polsek Suruh, Tak Mau Instalasi Pamsimas Ditutup
Selasa, 24-09-2019 | 16:10 wib
Oleh : Simon Bagus, Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Ratusan warga Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek mendatangi Mapolsek Suruh. Mereka datang untuk mengklarifikasi benar tidaknya informasi soal rencana ditutupnya instalasi Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Warga membawa berbagai poster bertuliskan penolakan apabila informasi itu benar adanya, terkait informasi soal rencana penututupan instalasi Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Bagi warga, air yang dihasilkan dari pamsimas merupakan salah satu sumber air utama ketika musim kekeringan.

Budiyanto, warga RT,RW 21,04, Desa Gamping, mengatakan, masyarakat sangat diuntungkan oleh program tersebut. "Bahkan, warga sepakat untuk membayar iuran untuk bisa mendapat akses air bersih itu," ujar Budiyanto.

Hal itu ia sampaikan karena, menurut informasi yang ia dapat, Polsek Suruh tengah menyelidiki dugaan pungli dari program yang telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu itu.

Pihaknya juga ikut dalam penentuan tarif iuran dan tidak keberatan. Saat musim kemarau, warga kesusahan air. Maklum saja, Desa Gamping berada di daerah pegunungan, hal ini membuat sumber air dari sumur tak bisa diharapkan ketika musim kemarau.

Sedangkan Kepala Desa Gamping, Puguh Arbiantoro menjelaskan, pamsimas di desa itu dikelola oleh Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KP Spam). "Penarikan iuran penggunaan air dari pamsimas sudah disepakati warga," kata Puguh.

Iurannya disini Rp 4.000 per meter kubik, itu pun disurvei terakhir biaya produksinya Rp 3.200 per m3. Hal itu sudah disampaikan ke masyarakat, mereka sendiri yang menentukan,

"Instalasi pamsimas butuh pemompaan air dari sumber ke tandon, air di tandon kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga.sekitar 400 warga memanfaatkan saluran air tersebut," kata Puguh.

Sementara itu, ditemui di Polsek Suruh, Kapolsek Suruh, AKP Wardjito mengatakan, informasi penutupan instalasi pamsimas merupakan kabar bohong. "Polisi ,tidak ada rencana untuk menutup instalasi tersebut," ujarnya.

Pada hari itu, polisi memang mengundang bendaraha KP Spam untuk dimintai keterangan guna menyelidiki dugaan penyelewengan dana pengelolaan instalasi penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat di Desa Gamping.

Dugaan sementara banyak perbedaan, indikasinya nilai riil yang dikeluarkan untuk operasional dan nilai yang tertera pada pembukuan tidak sama.

Pihak polisi juga menanyakan terkait keberadaan tanah yang dilakukan di kawasan hutan, apakah ada izinnya dan penggunaan listriknya apakah sudah mengajukan ke PLN.

Temuan polisi sementara, ada penyelewengan dana dari hasil iuran warga dalam pengelolaan insatalasi itu. Indikasinya nilai riil yang dikeluarkan untuk operasional dan nilai yang tertera pada pembukuan tidak sama. (yos)

Berita Terkait


Warga Dusun Ndarungan Wagir Geruduk Kantor Desa Mendalanwangi Tuntut Perangkat Desa Mundur

Masyarakat Ancam Stop Kegiatan Perusahaan Migas Petronas di Sampang

Resah Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Pamekasan Blokade Jalan Rusak

Limbah Perusahaan Dibuang Ke Sungai, Ratusan Warga Berdemo


Pabrik Kopi di Sidoarjo Didemo Warga

Diduga Ada Korupsi ADD, Kepala Desa Siwalan Panji Didemo Warganya

Demo Warga Tuntut Ganti Rugi Rumah dan Musholla Rusak, Akibat Proyek Jalan Menuju Apartemen

Diduga Ada Kecurangan, Pelantikan Perangkat Desa Didemo Warganya

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber