Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Tanggul dan tebing bengawan solo yang longsor ini, tepatnya berada di Dusun Puncel, Desa Pilang, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Foto: Avrizal Ilmi
Tanggul Bengawan Solo Longsor Sepanjang 100 Meter Resahkan Warga
Selasa, 24-09-2019 | 02:15 wib
Oleh : Avrizal Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Dalam beberapa hari terakhir warga desa Pilang, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, resah akibat longsornya tanggul dan tebing sungai bengawan solo yang melintasi desa setempat.

Warga khawatir jika tak segera diperbaiki, tanggul dan tebing yang longsor cukup sepanjang lebih dari 100 meter tersebut akan berdampak banjir jika sewaktu-waktu debit air bengawan solo naik.

Miftahul Huda, perangkat Desa Pilang, menjelaskan, tanggul yang juga difungsikan menjadi jalan desa menuju persawahan ini, diketahui longsor, pada Senin pagi lalu dan hingga saat ini kondisinya terus bertambah parah.

"Tanggul yang awalnya hanya longsor sepanjang 70 meter dengan kedalaman rata-rata 3 meter, terus merekah dan retak hingga amblas sepanjang 105 meter dengan kedalaman rata-rata mencapai 10 meter," ujar MIftahul Huda.

Longsornya tanggul ini tak hanya menutup akses warga untuk mengangkut hasil pertanian dari persawahan. Namun lebih dari itu, juga membuat warga sekitar resah.

Mereka khawatir jika tak segera diperbaiki tanggul yang longsor cukup parah ini, akan menjadi penyebab terjadi banjir besar jika sewaktu-waktu debit air bengawan solo naik atau meluap.

Menurur Miftahul Huda, hingga kini belum diketahui pasti penyebab longsornya tanggul dan tebing bengawan solo ini. "Namun berdasarkan hasil pemeriksaan dan pantauan petugas di lapangan," imbuhnya.

Longsornya tanggul dan tebing sungai ini diduga akibat dasar tanggul tergerus arus air yang mengalami pasang surut. "Selain itu, juga diperparah dengan meningkatnya aktifitas penambangan pasir sungai yang makin marak selama musim kemarau berlangsung," uvap Miftahul Huda.

Sementara untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, petugas bersama pemerintah desa, telah menutup akses jalan menuju lokasi longsor, agar tak lagi dilintasi warga.

Selain itu, pemerintah desa juga telah melaporkan kejadian ini, ke kecamatan dan juga kepada Pemkab Bojonegoro. "Harapannya tanggul dapat segera diperbaiki atau minimal dapat dilakukan penanganan secara darurat," tutur Miftahul.

Sehingga tak membuat warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai, tak lagi resah ataupun khawatir atas ancaman banjir besar jika sewaktu-waktu bengawan solo meluap. (yos)

Berita Terkait


Tanggul Bengawan Solo Longsor Sepanjang 100 Meter Resahkan Warga

Tak Kuat Nahan Deras Air, Tanggul Kali Deket Longsor

Tanggul Longsor Ancam Pemukiman

Tanggul Longsor, Warga Tuban Resah


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber