Berita Terbaru :
Ini Dugaan Motif Kadiyanto Memilih Gantung Diri
Walikota Madiun Buka Sunday Market Dan Utamakan Protokol Kesehatan
Laka Truk Bak Terbuka Mengangkut Belasan Penumpang Terguling, 2 Tewas Seketika
Sekolah Siap Jalani Tatanan Baru New Normal
Dishub Tuban Ciptakan Garis Jaga Jarak Mirip di Moto GP
Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
   

Penuhi Persyaratan SPS, Karkas Ayam Jatim Tembus Pasar Ekspor Timor Leste
Metropolis  Senin, 23-09-2019 | 19:34 wib
Reporter : Nova Sari
Surabaya pojokpitu.com, Pasca kunjungan delegasi dari The Republic of Democratic of Timor Leste (RDTL) atau Timor Leste untuk melakukan Import Risk Analysis (IRA) awal pada Januari 2018 dan 7 - 12 April 2019 ke beberapa perusahaan penghasil pakan dan produk peternakan di Jawa Timur kini membuahkan hasil yang yang menggembirakan.

Kedua produk asal sub sektor peternakan asal Jatim lolos verifikasi kesehatan dan keamanan hewan negara ini sehingga dapat diterima sebagai produk ekspor.

Setelah pakan ternak yang diekspor perdana pada minggu lalu, kini giliran Kementan melalui Karantina Pertanian Surabaya melepas 60 ton karkas ayam beku senilai Rp 2,8 miliar ke Timor Leste untuk pertama kalinya.

"Ini menjadi bukti bahwa produk kita mampu bersaing di pasar global. Kita apresiasi pelaku usaha yang telah dapat menembus pasar ekspor," kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil saat melakukan kunjungan kerja monitoring pemeriksaan karantina hewan di gudang pemilik PT Ciomas Adisatwa, Sidoarjo, Senin (23/9).

Menurut Jamil, dalam era perdagangan global saat ini hambatan tarif atau Tariff Trade Barrier tidak dapat lagi diterapkan, maka produk termasuk produk pertanian sepanjang dapat memenuhi persyaratan teknis, dapat memasuki pasar global.

Pada produk pertanian, persyaratan teknis berupa Sanitary and Phytosanitary Measurement atau SPS Agreement adalah bagian dari kesepakatan Organisasi Perdagangan Dunia yang berkaitan dengan hubungan antara kesehatan dan perdagangan internasional. "Menjadi penting bagi produk pertanian kita untuk penuhi persyaratan ini, jika akan memasuki pasar ekspor. Barantan selaku fasilitator perdagangan produk pertanian, siap mengawal," tambah Jamil.

Tidak hanya bagi pelaku eksportir yang telah berhasil menembus pasar ekspor, Jamil juga mengapresiasi masyarakat yang telah turut menjaga hewan dan tumbuhan tetap lestari. "Laporkan hewan dan tumbuhan yang dilalulintaskan kepada petugas Karantina Pertanian, agar tidak ada hama penyakit yang tersebar. Jika sehat dan aman maka produk pertanian kita bisa masuk pasar ekspor," papar Kabarantan.

"Terus perkuat sinergitas antar  stake holder dibidang agribisnis agar sektor pertanian Jatim  dapat berkontribusi positif pada neraca perdagangan nasional," pungkas Jamil.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya, Mussyafak Fauzi yang hadir dan mendampingi kunjungan kerja juga menyampaikan bahwa selain melepas karkas beku ayam pada saat yang bersamaan, juga turut dilepas beberapa produk pertanian sebanyak 332,1 ton total nilai ekonomi sebesar Rp. 10.26  miliar.

Produk pertanian unggulan asal Jatim lain yang diekspor adalah produk olahan Kakao berupa Cocoa Sugar Mix, Alkalized Cocoa Powder, dan Natural Cocoa Powder dengan total  272  ton senilai Rp. 6,06  miliar milik PT Aneka Kakao, kemudian kunyit, damar batu dan cengkeh masing-masing 20 ton senilai Rp. 2,2 miliar milik PT Sari Makmur dengan tujuan negara Cina, Rusia, Vietnam dan India.

Selanjutnya adalah komoditas asal hewan berupa Sarang Burung Walet  (SBW) milik CV Walet Mas sebanyak 100 kilogram senilai Rp. 2 miliar dengan negara tujuan Hongkong.

Musyaffak juga memaparkan kinerja eksportasi produk pertanian di wilayah kerjanya pada periode 1 Januari - 31 Agustus 2019 masing-masing untuk komoditas asal tumbuhan sebesar Rp. 107,57 triliun.  Adapun produk yang mendominasi berupa kakao dan sawit beserta turunannya, ubi jalar, tanaman hias dan pala.

Sedangkan komoditas asal hewan pada periode yang sama dapat mencapai nilai ekonomi Rp. 6,342 triliun yang didominasi oleh produk SBW.

Bupati Sidoarjo, Syaifull Illah yang juga hadir dan turut melepas ekspor juga mengapresiasi kinerja eksportasi dari Jawa Timur, khususnya dari wilayah kerjanya di Sidoarjo. Ia berharap fasilitasi yang diberikan Barantan juga dapat terus mendorong tumbuhnya para eksportir baru diwilayahnya. Masih banyak potensi pertanian di Sidoarjo, perlu kita dorong bersama agar mampu bersaing dipasar ekspor.(end)



Berita Terkait

Penuhi Persyaratan SPS, Karkas Ayam Jatim Tembus Pasar Ekspor Timor Leste

DKUKM Jatim Siapkan 3 Komoditi Untuk Sasar Pasar Ekspor
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  16 jam

Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Mlaku - Mlaku  10 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  15 jam

Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Pendidikan  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber