Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Belum Ada Ganti Rugi, Operasional Tambang PT GLI Berhenti Sementara
Mataraman  Senin, 23-09-2019 | 18:00 wib
Reporter : Agung Prawoto
Pacitan pojokpitu.com, Pemerintah Kabupaten Pacitan memediasi polemik antara warga Desa Cokrokembang dan PT. Gemilang Limpah Internusa. Pertemuan yang di gelar tertutup Minggu (22/9) siang kemarin menuai sejumlah kesepakatan. Salah satunya, menutup operasional tambang PT. GLI, sebelum perusahaan tersebut memberikan ganti rugi kepada warga terdampak.

Mediasi antara warga dan PT. Gemilang Limpah Internusa, difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Pacitan. Pertemuan yang digelar tertutup di ruang rapat bupati, menuai sejumlah kesepakaatan.

Diantaranya, operasional tambang milik PT. GLI ditutup sementara hingga perusahaan tersebut memberikan ganti rugi. Disamping itu, warga Desa Cokrokembang berjanji akan membuka akses jalan menuju tambang, untuk mengeluarkan material yang menumpuk. Itu dilakukan untuk mencegah limbah material mencemari lingkungan.

Hengki, perwakilan lembaga bantuan hukum kanni, mengatakan, rencananya, pembongkaran penutup jalan masuk tambang akan di gelar Senin, 23 September oleh warga. Terkait tuntutan warga, hingga kini belum menemui ujung.

Pihak PT. GLI, warga, dan Pemkab Pacitan termasuk aparat keamanan akan membentuk tim, guna menentukan titik lahan terdampak dan nominal kompensasi yang harus di berikan.       

Legal Ofiicer PT. GLI, Badrul Amali mengaku, bahwa klienya akan menjamin warga memperoleh uang kompensasi. Hanya saja, jumlah lahan dan nominal ganti rugi, masih menunggu hasil kerja tim.

"Sementara itu, saya meminta agar penutupan operasional tambang tidak berlangsung lama," kata Badrul Amali.

Kesepakatan antara warga dan PT. GLI, diharapkan menjadi titik terang, penyelesaian polemik tersebut. (yos)

Berita Terkait

Belum Ada Ganti Rugi, Operasional Tambang PT GLI Berhenti Sementara
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  12 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  10 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  12 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber