Berita Terbaru :
Bantu Siswa Belajar Daring, Kelurahan Siapkan Wifi Gratis
Angka Pelangar Lalu Lintas di Sumenep Meningkat, Salah Satunya Pengendara di Bawah Umur
Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
   

Begini Isi Siaran Pers PSHT Terkait Insiden Warung Kopi di Tuban
Citizen Journalism  Senin, 23-09-2019 | 10:13 wib
Reporter : Pulung Aji
Foto Istimewa
Tuban pojokpitu.com, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Tuban-Pusat Madiun melalui Humas Cipnal Muchlip M menyatakan, peristiwa penyerangan di sebuah warung kopi di Dusun Koro Desa Pongpongan Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban, Jumat (20/9) lalu telah diselesaikan secara baik.

Antara dua belah pihak pelaku oknum PSHT dan para korban pemilik warung dan kendaraan motor yang dirusak, telah dipertemukan di Mapolsek Merakurak, Sabtu (21/9). Kedua belah pihak korban dan  pelaku sudah menyepakati sejumlah hal dengan
tanda tangan bermaterai. Bahkan juga telah dilakukan perbaikan warung dan sepeda motor dilakukan oleh warga PSHT dengan dasar sukarela baik tenaga, material bangunan dan lainnya dengan difasilitasi pengurus sejak Minggu (22/9) hingga selesai. "Pasca kejadian itu, kami pengurus menyampaikan permohonan maaf atas sikap oknum yang merugikan," kata Cipnal Muchlip M.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi penyerangan sebuah warung dan 4 sepeda motor, di Dusun Koro Desa Pongpongan Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban. Pelaku penyerangan oknum konvoi beratribut PSHT. Atas kejadian itu, pengurus PSHT langsung melakukan investigasi lapangan, dengan mencari siapa saja atau pihak siapa yang terlibat dalam konvoi tersebut. Selanjutnya akan dilakukan tindakan organisasi. "Ada pemicu awal kejadian pelemparan batu ke arah warung, kami tidak bisa mempublikasikan demi menjaga Kamtibmas," tambah Cipnal Muchlip M.

Pengurus berharap atas kejadian itu masyarakat tidak melihat bahwa warga PSHT hanya bisa meresahkan. Namun harus diketahui pokok permasalahannya sehingga muncul keributan, "Justru dengan adanya warga PSHT, bisa menambah ketentraman dan kedamaian. Kami
Juga berharap warga PSHT bisa bekerjasama dengan eleman masyarakat agar bisa menciptakan situasi aman dan kondusif di Tuban Bumi Wali," tambah Cipnal Muchlip M. (pul)

Berita Terkait

Putusan Perkara Perdata PSHT Dinyatakan Tidak Dapat Diterima

Antisipasi Kerusuhan, Ratusan Massa Pesilat Dilarang Masuk Madiun

2000 Personil Gabungan Terjunkan Untuk Pengamanan Sidang PSHT

Ribuan Pesilat Datangi Pengadilan Negeri Jember
Berita Terpopuler
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  6 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  5 jam

Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Pilkada  3 jam

Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber