Berita Terbaru :
Bhayangkara United Ingin Melanjutkan Kompetisi Hingga Selesai
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
Tips Agar Koneksi Internetmu Tidak Lelet
Malaysia Larang Orang Asing Salat Berjemaah di Masjid
Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
   

Sony Subrata Sepakat Pemerintah Tegas Terhadap Akun Medsos
Teknologi  Minggu, 22-09-2019 | 23:10 wib
Reporter :
Jakarta pojokpitu.com, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menuturkan pemerintah saat ini telah meminta kepada semua platform media sosial untuk menyertakan nomor ponsel para penggunanya saat membuat akun.

Hal ini menurut Rudiantara sebagai langkah antisipasi serta memudahkan aparat penegak hukum untuk menelusuri akun-akun yang kerap kali menyebarkan konten hoaks di media sosial.

"Kami minta agar medsos jangan masuk ke arah black social media. Mengapa? Kalau kita buka akun di Facebook, kita boleh pakai akun Gmail atau Yahoo. Padahal bisa saja e-mail tersebut fake," ujar Rudiantara.

"Saya minta verifikasinya pakai nomor ponsel saja. Apalagi di Indonesia, kartu prabayarnya kan sudah diregistrasi. Ini penting untuk menghindari masuk ke daerah yang tidak bisa dikontrol," tambah Rudiantara.

Sebagai langkah awal tindakan tegas dari Pemerintah, Rudiantara menjelaskan, saat ini Pemerintahan Jokowi tengah serius menggodok upaya Revisi Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

Atas rencana tindakan tegas tersebut, pakar komunikasi Sony Subrata menilai, hal ini memang seharusnya sudah dilakukan Pemerintah Indonesia dari dulu.

Sony menilai, apa yang terjadi di jagat media sosial Indonesia saat ini memang sangat mengkhawatirkan. Media sosial di Indonesia sudah menjadi alat penyebaran konten-konten hoaks serta beberapa ajaran radikalisme.

Sony berharap agar revisi PP No. 82 segera dirampungkan dan segera menjadi senjata bagi Pemerintah Indonesia untuk menindak tegas para penyedia layanan media sosial yang masih memuat konten-konten tersebut.

"Saya sangat mendukung Revisi PP No. 82 ini segera dirampungkan. Sebab saya melihat apa yang terjadi di media sosial saat ini sangat mencemaskan. Terlebih lagi pada masa kampanye Pilpres kemarin. Maraknya konten-konten hoaks serta hujatan-hujatan kepada salah satu kandidat dikhawatirkan bisa membuat perpecahan bangsa dan keresahan sosial," papar Sony.

"Karena itu, upaya yang dilakukan pemerintah untuk bersikap tegas terhadap Facebook, Twitter, YouTube dan Instagram saya setuju, demi eratnya persatuan rakyat Indonesia," tandas Sony.(chi/jpnn/yos)


Berita Terkait

Sony Subrata Sepakat Pemerintah Tegas Terhadap Akun Medsos

Mahasiswa Baru Wajib Laporkan Akun Medsos

Pilkada 2018, Polisi Awasi Akun Medsos 24 Jam

Sebanyak 405 Akun Medsos Diblokir Polda Jatim
Berita Terpopuler
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  10 jam

Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
Infotainment  9 jam

Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Pilkada  8 jam

Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Pendidikan  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber