Berita Terbaru :
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Warga Ponorogo Masih Bandel Terbangkan Balon Tanpa Awak
Warga Saudi Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Masjid Kembali Dibuka
Jumlah Warga Waru Sidoarjo Positif Covid-19 Turun Drastis
Ratusan Rumah 2 Desa di Tanggulangin Teredam Air
   

Dampak Harga Anjlok, Petani Kedelai Terancam Rugi
Ekonomi Dan Bisnis  Minggu, 22-09-2019 | 06:23 wib
Reporter : Avrizal Ilmi
Sejak sepekan harga kedelai di tingkat petani, anjlok drastis dari Rp 6.200 per kg, menjadi berkisar Rp 5.800 per kg. Foto Ilmi
Bojonegoro pojokpitu.com, Para petani kedelai di Kabupaten Bojonegoro resah akibat merosotnya harga kedelai pada musim panen raya.

Kondisi tersebut yang dirasakan para petani di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Harga kedelai yang terus merosot sejak sepekan terakhir.  Petani khawatir, merosotnya harga kedelai semakin tak terkendali, sehingga membuat rugi.

"Harga kedelai di tingkat petani turun drastis dibanding pekan lalu. Yakni dari Rp. 6.200 per kg, menjadi berkisar Rp 5.800 per kg," kata Umi Kulsum salah satu petani.

Umi Kulsum mengaku tak mengetahui pasti penyebab anjloknya harga kedelai pada masa panen kali ini. Harga kedelai tiba-tiba anjlok, meski kualitas hasil panen musim ini cukup baik.

Kondisi ini membuat petani khawatir. Sebab, penurunan harga ini dapat mengancam pendapatan petani, atau bahkan mengalami kerugian yang cukup besar.

Atas kondisi ini, para petani mengaku hanya dapat pasrah. "Harapannya pemerintah turun tangan, sehingga harga kedelai kembali naik, dan tidak membuat petani semakin merugi," jelas Umi Kulsum. (pul)

Berita Terkait

Dampak Harga Anjlok, Petani Kedelai Terancam Rugi

Horee, Hasil Panen Kedelai Lokal Akan Diserap Bulog

Ini Alasan Petani Jatim Enggan Tanam Kedelai

Jawa Timur Masih Membutuhkan 207 ribu Ton Kedelai dan Bawang Putih
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  6 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  5 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  7 jam

5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  18 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber