Berita Terbaru :
Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
   

Begini Kiat Lindungi Kulit dari Kabut Asap
Life Style  Sabtu, 21-09-2019 | 22:11 wib
Reporter :
Kabut asap sudah muncul di provinsi Sumatra Barat. Foto Istimewa
pojokpitu.com, Kabut asap akibat kebakaran hutan juga bisa menyebabkan munculnya jerawat, khususnya pada orang-orang yang memiliki jenis kulit berminyak. Ini terjadi karena kabut asap mengandung berbagai zat kimia termasuk debu dan kotoran yang bisa menyumbat kelenjar minyak pada kulit.

Lebih lanjut, kabut asap akibat kebakaran hutan juga bisa memicu kemunculan flek hitam di wajah Anda. Pasalnya, senyawa kimia yang terakumulasi pada kabut asap dapat dengan mudah menyebabkan iritasi pada kulit. Keadaan ini membuat tubuh memproduksi antioksidan dan melepas melanin secara berlebihan, sehingga flek hitam bisa muncul kemudian.

Namun, di antara itu semua, gangguan kulit paling parah yang bisa terjadi akibat paparan kabut asap berulang adalah kanker. Ya, kanker kulit alias melanoma. Penyakit mengerikan ini bisa terjadi karena kulit dapat dengan mudah menyerap berbagai zat berbahaya yang terakumulasi di kabut asap.

"Maka itu, akibat terpapar kabut asap secara berulang dan berkelanjutan, risiko kanker kulit akan akan semakin tinggi. Hal ini bisa semakin parah jika kulit Anda juga sering terpapar sinar matahari tanpa menggunakan tabir surya," ujar dr. Iqbal.

Tips lindungi kulit dari kabut asap

Jangan biarkan kabut asap menyebabkan kerusakan pada kulit Anda. Lakukan pencegahan dengan menerapkan tips berikut ini:

1. Kenakan jaket
Jika Anda tetap harus beraktivitas di balik tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan, sebaiknya gunakan jaket agar kulit selalu terlindungi. Pilih jaket dengan ketebalan yang sesuai agar perlindungan kulit lebih maksimal.

Tak cukup dengan itu, Anda juga mesti menggunakan sarung tangan saat harus menghabiskan waktu di luar rumah ketika kabut asap sedang tebal-tebalnya. Ini akan membantu melindungi kulit di area telapak tangan dari dampak buruk kabut asap, sekaligus menurunkan risiko terpapar sinar ultraviolet matahari.

2. Pakai tabir surya
Tabir surya memiliki fungsi sebagai pelindung kulit. Oleh karena itu, produk ini sangat baik untuk mengurangi atau bahkan mencegah dampak buruk paparan kabut asap.

Di samping itu, menggunakan tabir surya setiap hari secara rutin dan teratur juga dapat mencegah kulit kendur, kusam dan keriput. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30 atau lebih dan dioleskan berulang secara berkala.

3. Gunakan masker
Jangan lupa untuk menggunakan pelindung untuk wajah, dalam hal ini masker. Pilih jenis masker yang menutupi area mulut dan hidung secara menyeluruh. Dengan begini, partikel debu dari kabut asap kebakaran hutan maupun polusi udara tidak akan menempel pada kulit wajah dan menyebabkan masalah.

Kabut asap akibat kebakaran hutan tak hanya berbahaya bagi saluran pernapasan, tapi juga mengancam kesehatan kulit Anda. Selalu waspada dan upayakan yang terbaik untuk melindungi kesehatan, apalagi jika Anda tinggal berdekatan dengan lokasi kejadian.(NB/ RVS/klikdokter)

Berita Terkait

Begini Kiat Lindungi Kulit dari Kabut Asap

43 Penerbangan Ke Kalimantan Terganggu, Calon Penumpang Antre Refund Tiket

Waspadai Bahaya Kabut Asap Bagi Kesehatan

Bahaya, Sudah 75 Persen Republik Diserbu Kabut Asap
Berita Terpopuler
Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
Peristiwa  3 jam

Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Peristiwa  2 jam

Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
Peristiwa  55 menit



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber