Berita Terbaru :
Pakai Motor Risma Blusukan Tegur Warga Tak Pakai Masker
Wajib, Gugus Tugas Rapid Warga di Tempat Nongkrong
Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Gugus Tugas Covid 19 Siapkan Tempat Istirahat Tenaga Kesehatan
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Bhayangkara United Ingin Melanjutkan Kompetisi Hingga Selesai
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
Tips Agar Koneksi Internetmu Tidak Lelet
Malaysia Larang Orang Asing Salat Berjemaah di Masjid
Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
   

Gapero Tolak Rencana Pemerintah Menaikkan Cukai Rokok
Ekonomi Dan Bisnis  Jum'at, 20-09-2019 | 18:44 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya menolak rencana pemerintah untuk menaikan cukai rokok 23 persen dan harga jual eceran sebesar 35 persen. Gapero berpendapat , hal itu akan membuat daya beli menurun serta membuat rokok ilegal akan laku keras.

Rencana pemerintah untuk menaikan cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran sebesar 35 persen di tahun 2020 mendatang, menuai reaksi protes dari Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya. Pasalnya, dampak dari kenaikan cukai rokok, membuat harga rokok di pasaran menjadi lebih mahal yang pasti akan bepengaruh pada daya beli konsumen..

Menurut Sulami Bahar, Ketua Gapero Surabaya, naiknya cukai rokok, diprediksi akan membuat rokok ilegal semakin laku keras di pasaran karena harganya murah dan tidak terbebani pajak.

"Dampak lainnya adala ekosistem usaha rokok akan terganggu, seperti penyerapan tembakau dan cengkeh menurun, serta ancaman efisiensi karyawan," tutur Sulami Bahar.
 
"Berdasarkan data Gapero, selama kurun waktu 3 tahun ini penjualan menurun 1 hingga 3 persen per tahun. Sementara untuk produksi pada semester 1 / 2019 turun 8,6 persen dan diprediksi pada tahun 2020 volume produksi akan turun sebesar 15 persen. Industri rokok di Jawa Timur sendiri memberikan kontribusi untuk nasional sebesar 65 persen atau sekitar Rp 90,74 triliun," papar Sulami Bahar.

Untuk diketahui, Gapero terdiri dari  454 pabrik rokok di Jawa Timur, yang kebanyakan adalah pabrikan kretek. Didalamnya terdapat 4,5 juta pekerja, mulai dari petani, distributor, agen , hingga pedagang eceran.(end)

Berita Terkait

Dana Cukai Akan Digunakan Bantu Masyarakat Terdampak

Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai

Cukai Naik, Perusahaan Rokok Rumahkan Karyawannya

Cukai Rokok Naik Tak Jadi Ancaman PHK Buruh Pabrik Rokok SKT
Berita Terpopuler
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  1 jam

Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Peristiwa  56 menit

18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  12 jam

Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
Infotainment  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber