Berita Terbaru :
Pengakuan Deddy Corbuzier Soal Rencana Nikah dengan Kekasih
Disparta Tinjau Persiapan Hotel Untuk Membuka Kembali Dengan Protokol Kesehatan
Sejumlah Parpol Mulai Melakukan Persiapan Menyambut Tahapan Pilkada Serentak
Persiapan PPDB SMP Tahun Ajaran 2020-2021
Hanyut 24 Jam Di Laut, Nelayan Ditemukan Selamat
Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian
Wakil Walikota Surabaya Pastikan Dirinya Baik-Baik
38 Orang Kembali Dipulangkan Dari Asrama Haji Surabaya
Antisipasi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Polisi Bagikan Masker di Pasar Tradisional
KPU Surabaya Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Tahapan Pilkada Di Masa Pandemi Covid-19
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Rapid Test Massal Warga Pasar Taman, 10 Orang Pertama Rapid Tes, 8 di Antaranya Reaktif
Puluhan User Perumahan di Kawasan Sukodono Tertipu Pengembang
Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo
Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
   

KPK Lakukan Cegah Tangkal Imam Nahrowi
Hukum  Jum'at, 20-09-2019 | 10:12 wib
Reporter : Iman Pujiono
Juru bicara KPK Febri Diansyah
Jakarta pojokpitu.com, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi yang diterapkan tersangka, telah dicegah bepergian luar negeri oleh pihak imigrasi. Melalui surat yang dikirim oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, surat permintaan pencegahan ke luar negeri kepada dua tersangka. Yaitu Mantan Kemenpora Imam Nahrowi dan Asisten Pribadinya Miftahul Ulum telah dikirim ke pihak imigrasi.

Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan kepada tersangka, jika sewaktu- waktu dibutuhkan keterangan. "Namun untuk tersangka Miftahul Ulum, kami sudah melakukan penahanan pada 11 September lalu," kata Febri Diansyah.

Penyidikan kepada dua tersangka tersebut, telah dilakukan sejak 28 Agustus lalu. Sehingga mengacu pada undang undang dan keputusan Mahkamah Konstitusi, maka penyidik memiliki kewajiban untuk memberitahukan kepada tersangka. Sehingga jika ada pihak lain yang mengatakan baru diberitahu saat KPK, maka jika menggelar konfrensi pers maka tidak dibenarkan.

"Kami penyidik belum menjadwalkan pemeriksaan kepada Imam Nahrowi, namun bisa saja lebih dahulu memeriksa saksi-saksi atau tersangka lain. Hal itu tergantung kepentingan penyidikan," tambah Febri Diansyah. (pul)

Berita Terkait

KPK Limpahkan Berkas Perkara Ajudan Imam Nahrowi ke Penuntutan

KPK Perpanjang Masa Penahanan Imam Nahrowi

Imam Nahrowi Diperiksa Perdana Oleh KPK

Eks Kemenpora Imam Nahrowi Ditahan Setelah Diperiksa 8 Jam
Berita Terpopuler
Terpapar Covid 19, Satu Keluarga di Gubeng Kertajaya Meninggal
Covid-19  5 jam

Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Hukum  16 jam

Pasangan Suami Istri Tewas di Rumah Saudaranya
Peristiwa  13 jam

Penjual Beli Motor Tewas Dibondet Saat Tidur Bersama Anak dan Isrtinya
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber