Berita Terbaru :
Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
   

Sisi Perjuangan Kehidupan Penempa Besi
Sosok  Jum'at, 20-09-2019 | 00:15 wib
Reporter : Edwin Adji
Pacitan pojokpitu.com, Berpeluh keringat panas di ruangan yang penuh percikan bara api, menjadi kegiatan sehari-hari Harto Sugito, yang berprofesi sebagai penempa besi.

Meski di zaman modern seperti saat ini, namun dirinya masih tetap eksis dalam menjalankan usahanya sebagai pandai besi, dengan peralatan manual yang sudah dirintisnya  sejak puluhan tahun silam.

Dengan berdindingkan papan kayu yang sudah usang inilah tempat bekerja Harto Sugito, warga Dusun Bedayu,Desa Bolosingo Kecamatan Kota Pacitan, yang masih menekuni usaha pandai besi sejak puluhan tahun silam.

Dengan menggunakan peralatan manual, pria berumur 67 tahun tersebut sampai saat ini masih terkenal dengan kemahirannya membuat peralatan tajam. Mulai dari pisau, sabit dan golok dengan kualitas yang memuaskan.

Bagi Sugito menempa bukan hanya sekedar memukul besi panas semata. Lebih dari itu, selain sebagai mata pencaharian ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, usaha tersebut merupakan usaha turun-temurun dari nenek moyangnya  yang akan terus di jaga kelestariannya.

Berprofesi sebagai tukang pandai besi, Sugito harus tau betul akan kualitas bahan besi yang akan diolahnya, dan inilah yang membedakan antara dirinya dengan penempa lain yang biasanya hanya menggunakan bahan besi dengan kualitas yang terkesan asal.

Dengan menggunakan peralatan manual seperti palu, sumpit dan pacal, pria 3 anak ini terus  melayani pesanan dari konsumennya. Potongan besi dari bagian mobil tersebut di panaskan di atas bara api sampai berwarna merah.

"Kemudian besi akan dipukul menggunakan palu sesuai dengan bentuk peralatan yang akan dibuatnya," kata Harto Sugito.

Tak sampai disitu saja, besi yang kini sudah terbentuk kemudian dilakukan penyepuhan dengan menggunakan air, sebelum akhirnya peralatan tersebut di rapikan dengan mesin gerinda.

Untuk masalah penjualan, biasanya Sugito membandrol satu buah pisau dengan harga Rp 35 ribu, sementara sabit dipatok harga Rp 50 sampai dengan Rp 100 ribu. Sedangkan golok berkisar diharga Rp 100 ribu sampai dengan Rp 250 ribu.

Bahkan saking larisnya, penjualannya pun tak hanya meliputi wilayah Kabupaten Pacitan saja. Namun banyak juga yang memesan dari wilayah Medan, Sumatera dan Kalimantan. (yos)

Berita Terkait

Sisi Perjuangan Kehidupan Penempa Besi
Berita Terpopuler
Rapid Tes di Warkop, Seorang Pengunjung Dinyatakan Reaktif
Kesehatan  3 jam

Bursa Transfer: Pogba ke Juventus, Eks Pelatih Milan ke MU
Sepak Bola  2 jam

Usai Lebaran Harga Bawang Merah Capai Rp 41 Ribu
Ekonomi Dan Bisnis  1 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber