Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Budidaya Udang Vannamei Dengan Bioteknik Berbasis Herbal
Kamis, 19-09-2019 | 22:10 wib
Oleh : Simon Bagus,Mochammad Herlambang
Trenggalek pojokpitu.com, Budidaya udang vannamei dengan bioteknik berbasis herbal seperti yang dilakukan di Instalasi Budidaya Air Payau (Ibap) Prigi, Kabupaten Trenggalek, bisa diterapkan di rumah. Karena budidaya tersebut bisa dilakukan indoor yang menggunakan media kolam kecil.

Dikatakan Teknisi Ibap Prigi, Dimas Agung Ariwibowo, budidaya didalam ruangan lebih bagus karena suhu udara yang lebih terjaga. Bioteknik berbasis herbal yang diterapkan pada budidaya itu bisa mempercepat tumbuh kembang udang vannamei.

Pasalnya, makanan yang dicerna lebih maksimal. Sekitar 90 persen pakan akan dicerna, lalu sisanya menjadi kotoran. Namun bila tanpa fermentasi itu, yang tercena hanya sekitar 70 persen.

Kolam yang dipakai berukuran 4 meter x 1,7 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Kolam itu bisa menghasilkan udang vannamei sebanyak 40-60 kilogram.

"Dengan budidaya bioteknik berbasis herbal, ukuran udang vannamei bisa mencapai sekitar 40. Sedangkan untuk bibitnya per kolam sekitar 3000 ekor dengan harga bibit per ekor seharga Rp 43," kata Dimas.

Harga udang vannamei siap panen fluktuatif. Disaat seperti ini, dengan kualitas baik, harga udang bisa mencapai Rp 80000 sampai 83000 per kg.

Untuk tingkat kegagalan panen dengan cara bioteknik berbasis herbal hanya sekitar 10 persen. Dengan catatan seluruh prosedur dari pembibitan hingga panen mengikuti prosedur.

Untuk kendala teknis lain, harus pintar-pintar menjaga kualitas air. Komposisi air pada budidaya udang vannamei membutuhkan perbandingan satu air tawar dengan tiga air laut. (yos)

Berita Terkait


Budidaya Udang Vannamei Dengan Bioteknik Berbasis Herbal


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber