Berita Terbaru :
TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19
Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
   

Laode: Surat Tersangka Sudah Dikirim 1 Minggu Yang Lalu
Hukum  Kamis, 19-09-2019 | 19:16 wib
Reporter : Iman Pujiono
Berita Video : Laode: Surat Tersangka Sudah Dikirim 1 Minggu Yang Lalu
Jakarta pojokpitu.com, Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menpora Imam Nahrowi menyebut KPK tidak memberitahu atas statusnya sebagai tersangka. Bahkan Imam Nahrowi menuding kasus yang dituduhkannya ada motif politik. Menanggapi tudingan Nahrowi, KPK memastikannya tidak benar, karena surat tersangka sudah dikirim seminggu yang lalu.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengkalrifikasi tudingan Menpora Imam Nahrawi yang belum menerima pemberitahuan surat status tersangka dari penyidik KPK.

Menurut Laode, ada kewajiban yang harus dilakukan penyidik ketika seseorang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu memberitahu melalui surat ke kediamannya atau kantor. Bahkan surat tersebut sudah dikirim seminggu yang lalu.

KPK juga membantah, status tersangka Imam Nahrowi ada muatan politis, karena untuk meningkatkan status penyidikan ke penyelidikan dibutuhkan bukti yang kuat.

"KPK mengharapkan, tersangka Imam Nahrowi akan kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik KPK. Sebab sebelumnya Imam tak pernah datang meskipun penyidik KPK memanggil sebanyak dua kali," kata Laode.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrowi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum ditetapkan sebagai tersangka pada 18 September 2019. Namun untuk Ulum telah ditahan oleh penyidik KPK pada 11 September 2019.

KPK menduga, Imam Nahrowi dan Ulum bersama - sama menerima fee Rp 26,5 milyar dalam bantuan proposal dana hibah Kemenpora untuk KONI.

Selain Imam dan Ulum, KPK sudah menjerat Sekjen KONI, dan tiga pejabat Kemenpora.(end/vd:yan)

Berita Terkait

Mantan Ketua PSSI Pasuruan Diadili Penggunaan Dana Hibah

Laode: Surat Tersangka Sudah Dikirim 1 Minggu Yang Lalu

Pamitan di Kemenpora, Imam Nahrowi Akan Ikuti Proses Hukum

Sebelum Ditetapkan Tersangka, Imam Nahrowi Sempat Pulang Kampung ke Sidoarjo
Berita Terpopuler
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  11 jam

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Metropolis  3 jam

Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Metropolis  2 jam

Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber