Berita Terbaru :
Begini Kondisi Widi B3 Setelah Suami Ditangkap karena Narkoba
Sambut New Normal, Pemprov Minta Ponpes Perketat Protokol Kesehatan
Kapolda Jatim Pastikan Bantuan Covid-19 Tersampaikan
Polisi Grebeg Pengedar Pil Setan Saat Edarkan Kepada Pemuda Desa
Menkes RI Memuji Perjuangan Surabaya Melawan Covid-19
Istri Jadi TKW, Pria Bejat Ini Setubuhi Anak Gadis Tetangga
Risma : Tercatat, 127 Anak - Anak Rentan Terpapar Covid-19
Ponpes Siapkan Protokol Kesehatan Sambut Santri Masuk Pondok
50 Ribu Rapid Tes Gratis Tersedia di ASDP Ketapang
Bakal Digelar 9 Desember 2020, Pilkada di Sidoarjo Terapkan Protokol Kesehatan
New Normal Diharapkan Mampu Kembalikan Omzet PKL
Rapid Test Massal, 68 Warga Reaktif Covid 19
Persiapan New Normal, Masyarakat Dilatih Mandiri dan Tidak Bergantung Pada Pemerintah
Rapid Test Massal Tidak Terapkan Phsycal Distancing
Kegiatan Belajar Mengajar Ponpes Annur Terhenti Sejak Pandemi Covid 19
   

Jokowi Terima Surat Mundur Imam Nahrowi Sebagai Menteri
Politik  Kamis, 19-09-2019 | 13:23 wib
Reporter : Iman Pujiono
Jakarta pojokpitu.com, Presiden Joko Widodo mengaku sudah menerima Imam Nahrowi pada Kamis pagi (19/9) terkait penetapan tersangka oleh KPK. Jokowi menyebut, Imam Nahrowi telah memberikan surat pengunduran diri sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Usai ditetapkan sebagai tersangka suap pemberian dana hibah di Komite Olahraga Nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga pada Kamis (19/9) pagi, langsung menemui Presiden Joko Widodo.

Pertemuan tersebut dikatakan Presiden Joko Widodo, mengenai status hukum Imam Nahrowi pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia juga memberikan surat pengunduran diri sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. "Kami hormati proses hukum yang tengah dilakukan KPK," tutur Joko Widodo, Presiden RI.

Kemarin KPK menetapkan Menpora Imam Nahrowi sebagai tersangka suap pemberian dana hibah koni. Imam Nagrowi diduga menerima uang sebesar Rp 26,5 Milyar sebagai bentuk komitmen fee pengurusan proposal yang diajukan Koni kepada Kemenpora.

KPK menduga, uang diterima secara bertahap yakni sebesar Rp 14,7 Milyar dalam remtang waktu 2014-2018 melalui staf pribadinya, Miftahul Ulum. Imam juga diduga meminta uang Rp 11,8 Milyar dalam rentang waktu 2026-2018.

Sebelumnya, Imam Nahrawi dalam keterangan persnya mengaku akan mengikuti proses hukum KPK. Imam berharap hal ini tak ada muatan politis dan di luar hukum.(yos)

Berita Terkait

Mantan Ketua PSSI Pasuruan Diadili Penggunaan Dana Hibah

Laode: Surat Tersangka Sudah Dikirim 1 Minggu Yang Lalu

Pamitan di Kemenpora, Imam Nahrowi Akan Ikuti Proses Hukum

Sebelum Ditetapkan Tersangka, Imam Nahrowi Sempat Pulang Kampung ke Sidoarjo
Berita Terpopuler
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Peristiwa  13 jam

Pengusaha Kulit Ditemukan Tewas Membusuk di Lingkungan Industri Kecil
Peristiwa  9 jam

Kasus Positif Covid Tembus 62, 4 Sembuh
Covid-19  9 jam

1.931 Jamaah Haji Bojonegoro Gagal Berangkat ke Tanah Suci
Info Haji  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber