Berita Terbaru :
PB Dikabulkan, Napi Teroris Asal Surabaya Bebas
Mobil PCR Dioperasikan Untuk Luar Daerah, Risma Mengamuk
Dua Penyuap Mantan Bupati Sidoarjo Divonis 20 Bulan
Pulang Melaut, Pencari Kupang Hilang Terseret Banjir
Kejar-Kejaran Dengan Polisi, Sepasang Kekasih Ditangkap Karena Gelapkan Mobil
Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan Desa
Balon Udara Berukuran Besar Nyangkut di Kabel Telkom Ponorogo
5 Anggota Keluarga Kluster Sampoerna Ditest Swab
Diduga Kelebihan Muatan, Truk Bermuatan Kaca Terguling
Pedagang Dari Luar Kota Diwajibkan Miliki Surat Keterangan Hasil Rapid Test
Dinkes Kembali Lakukan Rapid Test Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Batu
Diterjang Aliran Sungai, Jembatan Rusak, Akses Antar Desa Terputus
Cuitan Dokter di Twitter Viral, Pihak RS Royal Beri Klarifikasi
KPU Ngawi Segera Lanjutkan Tahapan Pilkada
Hasil Grebek Rapid Tes, Ditemukan Satu Pedagang di Pasar Lamongan Positif Covid 19
   

Dimas Tiba-Tiba Lumpuh Akibat Benturan Saat Bergurau di Sekolah
Kesehatan  Rabu, 18-09-2019 | 20:12 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Kasus ini terjadi 4 tahun silam dan baru terungkap setelah pihak Pemkab Sidoarjo mendatangi ke rumah korban Dimas. Foto Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Berhati-hati dan waspadalah terhadap perilaku anak di sekolah. Akibat terjatuh dan terbentur tembok saat bergurau bersama rekannya di sekolah, seorang bocah kelas 4 SD di Waru Sidoarjo mengalami kelumpuhan.

Nasib malang itu menimpa Dimas Satria Wijaya (14). Akibat penggumpalan darah dibagian otak, bocah kelas 4 sebuah sekolah dasar di kawasan Waru-Sidoarjo ini mengalami kelumpuhan. Dimas hanya bisa tergolek di tempat tidur selama 4 tahun, hingga tidak bisa melanjutkan sekolah.

Selain lumpuh dan tidak bisa bergerak, anak kedua dari 3 bersaudara anak pasangan Sopi Wijayanto dan Suratih, warga Desa Kedungrejo Waru-Sidoarjo ini juga mengalami gangguan saat berbicara dan mendengar .

Menurut orangtuanya, kondisi kurang menguntungkan ini terjadi 4 tahun silam. Saat Dimas masih sekolah di kelas 4 SD. Dimas yang semula hidup normal ini, terjatuh dan terbentur tembok saat bergurau bersama rekan sekolahnya.

Korban yang tidak mengaku ke orang tuanya, mendadak mengalami diare dan pusing. Beberapa hari setelah kejadian itu Dimas kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Bersama kedua orang tuanya, bocah yang dikenal pendiam ini sempat menjalani perawatan medis selama 7 bulan di RSUD dr Sutomo Surabaya. Namun karena kondisinya kurang membaik, sang bocah akhirnya dibawa pulang, dan hanya bisa tergolek lemah di dalam kamar.
 
Kasus ini terungkap, setelah perwakilan Pemkab Sidoarjo datang ke lokasi rumah sang bocah Selasa (17/9) sore, setelah sebelumnya sempat viral di sejumlah media sosial. "Saat ini kami hanya bisa pasrah dan berharap ada mukjizat melihat kondisi Dimas tergolek lemah di dalam kamar kos," kata Suratih sang ibu. (pul)

Berita Terkait

Evan Dimas Menikah, Ibunda Berharap Jokowi Hadir

Modus Meminta Sumbangan Masjid, Ternyata Pelaku Ranmor

Begini Kata Evan Dimas usai Kakinya Diinjak Keras Van Hau

Ibunda Evan Kecewa Dengan Kepemimpinan Wasit
Berita Terpopuler
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  6 jam

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  8 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  12 jam

Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber