Berita Terbaru :
Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
PDIP Tunjuk Calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Jawa Timur
Polisi Lakukan Penyelidikan Penyebab Ledakan PT Enero
Karena Pegawai Positif, Penutupan Dukcapil Diperpanjang
Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi Terbaring Sakit
Dapat Rekom Partai Hanura, Teno Akan Lakukan Konsolidasi Antar Partai Pengusung
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Covid 19
Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
33 Tahun Arema, Aremania Rindu Dualisme Berakhir
Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Warga Trauma Diserang Kembali, TNI Polri Dibantu Brimob Siaga
Bandar Narkoba Lapas Porong Ditembak Mati
Pelajar SMK Negeri Puspo Ciptakan Pakan Konsentrat Untuk Sapi Perah dan Kambing Dari Limbah Pertanian
Lapas Over Kapasitas, Pemerintah Bakal Terapkan Rehabilitasi Bagi Pengguna Narkoba
Keturunan Gipo Kecewa Pemkot Abaikan Langgar Bersejarah
   

Massa Geruduk Polrestabes Surabaya, Minta Kasus Korupsi Bimtek Dituntaskan
Metropolis  Rabu, 18-09-2019 | 18:37 wib
Reporter : Nanda Andrianta
Berita Video : Massa Geruduk Polrestabes Surabaya, Minta Kasus Korupsi Bimtek Dituntaskan
Surabaya pojokpitu.com, Kantor Mapolrestabes Surabaya, siang tadi digeruduk oleh puluhan massa yang menyebut diri mereka Japri atau Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia. Massa menuntut polisi segera menuntaskan kasus dugaan korupsi bimbingan teknis (bimtek) DPRD Surabaya, tahun 2010, yang disebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 3,7 milyar.

Massa yang menyebut diri mereka Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia, wilayah Jatim dan Surabaya, siang tadi menggelar aksi di Mapolrestabes Surabaya Jalan Sikatan. Salah satu tuntutan mereka adalah para penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya segera menuntaskan kasus dugaan korupsi bimbingan teknis (Bimtek) DPRD Surabaya tahun 2010 silam, yang kasusnya disebut mandek sampai saat ini.

Bahkan massa melengkapi aksi mereka dengan spanduk dan poster yang bertuliskan permintaan agar kasus bimtek segera dituntaskan. Massa menganggap kasus bimtek harus serius diungkap. Akibat pengungkapan kasus yang terlalu lama, mengakibatkan para anggota dewan yang dianggap terlibat bisa dengan mudah duduk kembali di kursi DPRD maupun DPR RI.

Massa juga menyayangkan sikap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sampai saat ini belum selesai menghitung jumlah kerugian negara sehingga menghambat kerja tim penyidik melakukan proses penyidikan.

Zainuddin, korlap aksi mengatakan, pihaknya berhasil menghimpun data oknum anggota dewan yang diduga menikmati uang hasil korupsi kasus bimtek. Zainuddin menyebut ada sebelas anggota DPRD Kota Surabaya aktif, tiga orang di DPRD Provinsi Jatim, satu orang di DPR RI dan satu orang menjabat jabatan eksekutif di Kota Surabaya.

Setidaknya ada enam poin tuntutan mereka ke penyidik Polrestabes Surabaya, di antaranya seperti mengusut tuntas pihak yang terlibat dalam kasus tersebut, agar segera mengembalikan kerugian negara yang telah dikorupsi.(end/vd:yan)

Berita Terkait

Massa Geruduk Polrestabes Surabaya, Minta Kasus Korupsi Bimtek Dituntaskan
Berita Terpopuler
Chamber Of Conference, Hindari Tatap Muka Pegawai Peradilan di Tengah Pandemi Co...selanjutnya
Hukum  2 jam

Pesawat Tempur Tergelincir di Lanud Iswahjudi
Peristiwa  3 jam

Historis SBY, Demokrat Prioritaskan Kemenangan di Pacitan
Pilkada  14 jam

PDI Perjuangan Lawan Incumbent Ipong Muchlissoni
Pilkada  11 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber