Berita Terbaru :
BBTKLPP Surabaya Prediksi Akhir Juni 2020 Menjadi Puncak Covid-19 di Jatim
BIN Bantu Pemkot Surabaya Gelar Rapid Tes Massal
Ahli Komunikasi Ini Menganggap Persoalan PCR Hanya Miskomunikasi
Rapid Test dan APD Kabaharkam Polri Digunakan di RS Bhayangkara
New Normal Akan Diterapkan Saat Tahun Ajaran Baru
Pemkot Malang Tetapkan 13 Point Untuk New Normal Life
Warga Temboro Minta Kelonggaran Akses, Sementara Pemkab Tawarkan Kampung Tangguh
Nenek Berusia 100 Tahun Sembuh Dari Covid-19
Ditengah Pandemi Covid-19, Penjualan Tanah Kavling Turun Drastis
21 Pasien Covid 19 Asal Lumajang Dinyatakan Sembuh
Data Hari Ini Pasien Covid 19 Bertambah 557 Orang
Empat Pasien Reaktif Dijemput Jalani Isolasi
Hasil Rapidtest 815 Karyawan Pabrik Rokok Madiun Non Reaktif
Bupati Kunjungi 8 Orang Yang Dikarantina Karena Mudik
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
   

Eksekusi Rumah, Penghuni Hadang Petugas Eksekutor
Mataraman  Rabu, 18-09-2019 | 17:06 wib
Reporter : Ega Patria
Madiun pojokpitu.com, Tidak bisa mengembalikan pinjaman sebesar Rp 50 juta, rumah warga di Jalan Salak Kota Madiun dieksekusi Pengadilan Negeri Kota Madiun. Penghuni rumah sempat menghadang petugas saat akan mengosongkan rumah tersebut.

Karena tidak bisa membayar hutang sebesar Rp 50 juta ke Bambang Hadimulyo , Pengadilan Negeri Kota Madiun mengeksekusi rumah Slamet dan Sumarsih di Jalan Salak Kota Madiun. Setelah dibacakan surat keputusan dan akan dilakukan pembersihan, penghuni rumah Slamet dan Sumarsih menghadang para petugas. Eksekusi tersebut setelah Slamet dan Sumarsih kalah dalam sidang di Pengadilan Ngeri Kota Madiun.

Panitera Muryoto mengatakan pada tahun 2006, Slamet dan Sumarsih meminjam uang kepada Bambang Hadimulyo sebesar Rp 50 juta dan sertifikat tanah menjadi jaminan di depan notaris. "Karena tidak bisa melunasi, kasus tersbut masuk dalam sidang perkara perdata," tutur Muryoto.

Sumarsih, pemilik rumah mengatakan, peminjaman pada tahun 2006 Rp 50 juta, akan tetapi menerima Rp 37 juta dengan alasan biaya administrasi. Sedangkan di tengah perjalanan, pihak penggugat merubah nama sertifikat menjadi milik penggugat.

Dirinya menambahkan, pihaknya akan menggugat ulang terkait eksekusi ini.(end/vd:yan)

Berita Terkait

Rumah Tetap Dieksekusi, Janda Kesurupan dan Pingsan

Macet Bayar Cicilan, Rumah di Takeran Dieksekusi

Tiga Kali Gagal, Pemenang Lelang Berhasil Eksekusi Rumah Mewah

Eksekusi Rumah, Penghuni Hadang Petugas Eksekutor
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  11 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  20 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  18 jam

Pemprov Bantah Bantuan Mobil PCR Dari BNPB Khusus Kota Surabaya
Metropolis  9 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber