Berita Terbaru :
Pelaku UMKM Jombang Dorong Pemerintah Segera Terapkan New Normal
PB Dikabulkan, Napi Teroris Asal Surabaya Bebas
Mobil PCR Dioperasikan Untuk Luar Daerah, Risma Mengamuk
Dua Penyuap Mantan Bupati Sidoarjo Divonis 20 Bulan
Pulang Melaut, Pencari Kupang Hilang Terseret Banjir
Kejar-Kejaran Dengan Polisi, Sepasang Kekasih Ditangkap Karena Gelapkan Mobil
Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan Desa
Balon Udara Berukuran Besar Nyangkut di Kabel Telkom Ponorogo
5 Anggota Keluarga Kluster Sampoerna Ditest Swab
Diduga Kelebihan Muatan, Truk Bermuatan Kaca Terguling
Pedagang Dari Luar Kota Diwajibkan Miliki Surat Keterangan Hasil Rapid Test
Dinkes Kembali Lakukan Rapid Test Terhadap Ratusan Pedagang Pasar Batu
Diterjang Aliran Sungai, Jembatan Rusak, Akses Antar Desa Terputus
Cuitan Dokter di Twitter Viral, Pihak RS Royal Beri Klarifikasi
KPU Ngawi Segera Lanjutkan Tahapan Pilkada
   

Ratusan Buruh Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Revisi UU Ketenagakerjaan
Mataraman  Rabu, 18-09-2019 | 12:18 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Ratusan buruh di Jombang menggelar long march dan unjukrasa ke kantor pemerintah kabupaten. Buruh yang tergabung dalam solidaritas perjuangan buruh Indonesia ini menolak rencana revisi UU Ketenagakerjaan yang dianggap akan semakin menyengsarakan buruh.

Ratusan buruh memulai aksi  di depan pabrik kayu di Desa Diwek Jombang. Aksi yang melibatkan sejumlah buruh pabrik di Jombang ini mendapatkan pengawalan ketat petugas kepolisian.

Di depan Pendopo Kabupaten Jombang, masa aksi langsung dihadang petugas kepolisian. Keinginannya untuk bertemu orang nomor satu hanya bisa disampaikan melalui orasi di depan pendopo. Sejumlah poster dan spanduk di bentangkan berisi menolak rencana revisi UU Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003.

Nurul Hakim Korlap aksi mengatakan, rencana revisi UU Ketenaga kerjaan yang sedang disiapkan oleh DPR dan pemerintah dianggap tidak akan menguntungkan buruh. Mereka menuding revisi hanya menguntungkan pihak pengusaha. "Apalagi kabar yang beredar dalam revisi ini akan menghapus pesangon, cuti haid dan sejumlah hak buruh lainnya," kata Nurul Hakim.

Selain menolak UU Ketenagakerjaan, masa juga menolak  rencana kenaikan BPJS yang akan dilakukan tahun depan. Apalagi kenaikan yang disetujui mencapai 100 persen, dipastikan buruh akan kesulitan membayar iuran tersebut. Selain  menggelar aksi di depan pendopo, masa juga menyampaikan aspirasinya ke gedung DPRD setempat. (pul)

Berita Terkait

Ratusan Buruh Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Revisi UU Ketenagakerjaan
Berita Terpopuler
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  8 jam

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  10 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  13 jam

Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber