Berita Terbaru :
Usaha Jasa Sablon Kaos Kebanjiran Order di Tengah Pandemi Covid 19
Rayakan Lebaran di Rusunawa, Walikota Bawakan Opor Ayam dan Lontong Ketupat Untuk Pasien Karantina
Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
   

Kacang Kapri Banyuwangi Melenggang ke Taiwan
Icip - Icip  Selasa, 17-09-2019 | 18:36 wib
Reporter : Nova Sari
Surabaya pojokpitu.com, Komoditas ekspor baru dari Surabaya kembali melenggang ke pasar luar negeri. Kementan melalui Karantina Pertanian Surabaya memfasilitasi eksportasi kacang kapri milik PT. Lumbung Pangan Internasional sebanyak 10,7 ton dengan nilai 362 juta ke negara Taiwan (16/9).

"Pada tahun ini PT. Lumbung pangan Internasional telah 2 kali mengirimkan kacang kapri asal Banyuwangi ke Taiwan, pertama 9,7 ton  pada 29 Agustus 2019 dan yang kedua ekspor kali ini," jelas Kepala karantina Pertanian Surabaya, Musyaffak.

"Menurut data dari Karantina Pertanian Surabaya, tahun-tahun sebelumnya yaitu 2017 dan 2018 belum pernah dilakukan eksportasi kacang Kapri, sehingga ekspor kali ini bisa dibilang ekspor komoditas baru," tambahnya.

Hal ini sangat sesuai dengan strategi Kementerian Pertanian untuk meningkatkan ekspor melalui penambahan jenis komoditas baru dan negara tujuan baru ekspor.

"Karantina Pertanian Surabaya mendukung mempercepat ekspor komoditas ini dengan memastikan kacang kapri tersebut bebas dari serangga Frankliniella Occidentalis (western Flower Thrips) yang dipersyaratkan Taiwan melalui pemeriksaan fisik," jelas Yogi Karismawan, petugas karantina yang melakukan pemeriksaan.

"Apabila semua dokumen terpenuhi dan Kapri dinyatakan sehat, Phytosanitary Certifikat dapat diterbitkan," tambah Yogi.

Kacang Kapri (Pisum sativum) merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup populer bukan hanya di Indonesia namun juga di manca negara. Selain rasanya enak, kacang kapri juga bermanfaat untuk kesehatan misalnya mencegah flu, bermanfaat untuk pencernaan, mencegah osteophorosis, kanker, anemia, dan sebagainya. (yos)

Berita Terkait

Macadamia, Jenis Kacang Mahal Dari Gunung Ijen

Kacang Kapri Banyuwangi Melenggang ke Taiwan

Harga Anjlok, Petani Kacang Tanah Ponorogo Resah

Harga Kacang Hijau Anjlok Saat Panen Raya, Petani Terancam Merugi
Berita Terpopuler
Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  5 jam

Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  4 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber