Berita Terbaru :
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Pusat Oleh-Oleh Haji dan Umroh Alami Kerugian Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
   

Manipulasi Laporan Proyek Dana Desa, Oknum Kades di Jombang Ditahan
Mataraman  Selasa, 17-09-2019 | 17:24 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Seorang oknum kepala desa dijebloskan ke tahanan oleh kejaksaan negeri jombang. oknum kades ini diduga melakukan korupsi dana desa yang di peruntukan untuk pembangunan tempok penahan tanah. Dalam aksinya, ia memanipulasi laporan proyek yang tidak pernah ada.

Adalah Pranajaya, oknum Kades Dukuh Mojo  Kecamatan Mojoagung Jombang, yang masih menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Negeri Jombang. Oknum kades diperiksa terkait dugaan penyimpangan dana desa pembangunan fisik Tembok Penahan Tanah (TPT) sebesar 278 juta.

Usai menjalani pemeriksaan selama hampir 4 jam, sang kades langsung dijebloskan ke tahanan. Kejaksaan tidak ingin sang kades yang sudah diperiksa ini menghirup bebas. Dengan naik mobil tahanan, tersangka ini langsyung di kirim ke Lapas Pemasyarakatan Kelas 2 B.

Eko Wahyudi, kuasa hukum tersangka, mengakui kliennya memang melakukan  kesalahan. Namun pihaknya berdalih kliennya sudah mengerjakan proyek 80 persen dan tinggal 20 persen tidak dilanjutkan. "Namun karena kejaksaan sudah menahannya, kita akan berkomunikasi dengan  keluarga untuk langkah selanjutnya," ucap Eko Wahyudi.

Syafiruddin, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, mengatakan tersangka diduga melakukan manipulasi laporan pembangunan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) dana desa.

"Pelaku tidak pernah mengerjakan proyek pembangunan, namun menyerap anggaran demi kepentingan pribadinya. Dari hasil pemeriksaan kerugian negara sebesar Rp 278 juta," kata Syarifuddin.

Kejaksaan mengingatkan pada seluruh kepala desa untuk menggunakan seluruh anggaran dana desa sesuai peruntukan. Jangan sampai penyelewengan serupa menjerat kades yang sedang menerima distribusi anggaran dana desa cukup besar. (yos)



Berita Terkait

Manipulasi Laporan Proyek Dana Desa, Oknum Kades di Jombang Ditahan

Mantan Kades Pragelan Bojonegoro Diamankan Polisi

141 Kades Tersangka Korupsi, Belum Termasuk Dua Istri Kades

Diduga Korupsi Dana Desa Kades Ditahan Kejaksaan
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  2 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  15 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  12 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber