Berita Terbaru :
Pemkab Mojokerto Gratiskan Rapid Tes Bagi Pelajar Yang Ikut SBMPTN
Pakai Motor Risma Blusukan Tegur Warga Tak Pakai Masker
Wajib, Gugus Tugas Rapid Warga di Tempat Nongkrong
Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Gugus Tugas Covid 19 Siapkan Tempat Istirahat Tenaga Kesehatan
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Bhayangkara United Ingin Melanjutkan Kompetisi Hingga Selesai
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
Tips Agar Koneksi Internetmu Tidak Lelet
Malaysia Larang Orang Asing Salat Berjemaah di Masjid
Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
   

Cuaca Sangat Buruk, Ratusan Kapal Nelayan Memilih Tak Melaut
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 17-09-2019 | 13:44 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Sejak 2 minggu terakhir, ombak yang besar disertai angin kencang terjadi di Pesisir Utara Sumenep, Madura. Ketinggian ombak di tengah laut mencapai 2 meter.
Sumenep pojokpitu.com, Sejak 2 minggu terakhir, ombak besar disertai angin kencang yang melanda perairan Pasongsongan Sumenep. Akibatnya, ratusan kapal nelayan setempat tidak melaut.

Meskipun cuaca tidak bersahabat, masih ada beberapa kapal nelayan yang tetap melaut untuk menangkap ikan. Meskipun hasil tangkapan tidak terlalu banyak dan tidak secepat seperti hari biasa, saat cuaca mendukung.

Tangkapan ikan para nelayan yang sedikit justru dihargai murah oleh para pedagang. Ini disebabkan ikan para nelayan yang sampai ke tempat pelelangan ikan lebih dari batas waktu. Biasanya sampai di pagi hari sekitar pukul 10, namun saat cuaca buruk bisa sampai pukul 16.00 Wib sore. Disinyalir ikan tangkapan sudah dianggap tidak segar. "Para pedagang sulit membeli, lebih-lebih mereka membeli dengan harga murah," ujar Sugiyono, salah satu nelayan.

Sementara, dari dampak cuaca buruk, ratusan kapal nelayan tidak bisa melakukan penangkapan ikan. Penghasilan para nelayan pun menurun. Bahkan kapal nelayan yang kecil harus diseret ke daratan, karena khawatir dihantam ombak. (pul)

Berita Terkait

Cuaca Ekstrim, Nelayan Pesisir Panarukan Enggan Melaut

Gelombang Tinggi, Nelayan Enggan Melaut

Waspada Cuaca Ekstrem Hingga Tiga Hari ke Depan

Cuaca Buruk, Dalam 2 hari 20 Penerbangan Delay
Berita Terpopuler
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  2 jam

Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Peristiwa  1 jam

18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  12 jam

Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
Infotainment  11 jam



Cuplikan Berita
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Pojok Pitu

Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber