Berita Terbaru :
DPR Duga Banyak RS Nakal Klaim Pasien Meninggal karena Covid-19
Tes Swab Kedua, 20 Pegawai Puskesmas Banyu Urip Dinyatakan Negatif
Kejari Tunggu Pelimpahan Tahap 2 Kasus Watu Dakon
Total 122 Karyawan Petrokimia Group Ditemukan Positif Covid 19
GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Ketua DPRD Sayangkan MPLS Tatap Muka SMPN 4
Kurang Hati-Hati Saat Bermain, Bocah 13 Tahun Jatuh ke Sumur
Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Penumpang Tewas di Dalam Bus, Evakuasi Dengan Protokol Covid-19
Petugas BPCB Eskavasi Struktur Bangunan Kaki Candi Kerajaan Kuno
Xenia Tabrak Warung Karena Sopir Berhalusinasi
Mobil Minibus Berisi Puluhan Jerigen BBM Terbakar di SPBU Pamekasan
Tak Tahan Dirawat, Pasien Covid-19 Pilih Kabur
Liga 1 Restart, Madura United Pastikan Tetap Berkandang di Pulau Garam
Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
   

Hiu Tutul Kesasar di Kanal PLTU Paiton, Petugas Kesulitan Evakuasi
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 17-09-2019 | 13:25 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Hiu paus satwa dengan nama latin Rhincodon Typus dilaporkan terjebak dalam kanal air, atau water intake, di kompleks PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo. Foto: Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Kemunculan hiu tutul di perairan utara atau selatan pulau jawa sejak beberapa hari terakhir mulai berdampak. Mulai hiu tutul mati karena terdampar, hingga dilaporkan terjebak di dalam kanal air pembangkit listrik tenaga uap PLTU paiton Kabupaten Probolinggo.

Hiu paus atau warga sekitar menyebut hiu tul-tul itu berenang bebas di kanal atau aliran air PLTU Paiton. Informasi yang dihimpun, hiu tutul mulai terlihat di kanal air sejak Kamis 12 September lalu. Kanal tersebut merupakan kanal utama yang aliran airnya dimanfaatkan oleh 7 dari 8 unit pembangkit listrik di PLTU Paiton.

Namun keberadaan satwa pemakan planton ini sulit dideteksi, karena ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan biasanya. Diduga hiu ini terjebak di kanal jenis anakkan, dengan panjang tubuh sekitar 4,5 meter.

Mamalia ini masuk ke kanal melalui pintu PLTU Paiton yang berbatasan langsung dengan laut utara. Tidak berfungsinya jaring, menjadi penyebab hiu tutul tersebut masuk ke dalam kanal.

Menurut Dedi Isfandi, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, PLTU Paiton bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Seerta Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut, BPSPL, tengah berupaya mengembalikan hiu paus ke laut lepas. "Namun kami kesulitan mengembalikan mamalia langka itu ke tengah laut, sebab arus dalam kanal sangat deras, juga merupakan kawasan berbahaya," kata Dedi.

Diketahui, sejak lima hari terakhir, kawanan hiu tutul muncul di perairan laut utara Probolinggo atau selat Madura. Mamalia ini migrasi ke perairan Indonesia karena faktor cuaca dan ketersediaan pakan yang melimpah. (pul)

Berita Terkait

Warga Jember Berebut Daging Hiu Tutul Yang Mati Terdampar

Kawanan Hiu Tutul Kembali Terlihat di Perairan Laut Jawa

Penampakan Kawanan Hiu Tutul di Pelabuhan Probolinggo

Selamatkan Hiu Tutul Dari Kanal Pembangkit Listrik, Anggota TNI Dapat Penghargaan
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  16 jam

GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Hukum  1 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  15 jam

Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Politik  2 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber