Berita Terbaru :
Produsen Rokok Terdampak Pandemi Covid-19, Produksi Turun 40 Persen
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Warga Ponorogo Masih Bandel Terbangkan Balon Tanpa Awak
Warga Saudi Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Masjid Kembali Dibuka
Jumlah Warga Waru Sidoarjo Positif Covid-19 Turun Drastis
   

Ironi Pendidikan, 2 Guru Tidur Dilantai Alas Plastik
Sosok  Selasa, 17-09-2019 | 01:20 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Nasib memperihatinkan terjadi pada dua guru ASN di Nganjuk, dua guru ini tiap harinya harus menginap di sekolah dan tidur di lantai yang hanya beralaskan plastik.

Hal itu terpaksa ia lakukan karena tidak ada tempat lain, ia memilih menginap di sekolah karena jarak tempuh dari rumah sejauh 20 kilometer. Sementara rumah dinas ASN milik Pemerintah Nganjuk sudah rusak tak kunjung dibenahi.

Dua ASN sebagai guru SDN Tritik 2 Desa Bendoasri Kecamatan Rejoso Nganjuk, yang kurang mendapatkan perhatian pemerintah itu adalah Idham Kholid dan Kusnari.

Betapa tidak, Idham yang sudah mengabdi kepada dunia pendidikan selama 16 tahun sebagai guru agama itu, tiap harinya harus menginap di sekolah dan tidur di atas lantai dengan beralaskan plastik.

Ia bersama Sunari terpakas tiap harinya menginap di sekolah karena jarak tempuh dari rumah ke sekolah lebih dari 20 kilometer, bila harus pulang pergi sejauh 40 kilometer, lebih lebih dengan kondisi jalan yang rusak, terjal berbatu, dengan kanan kiri hutan.

Ia pun terpakasa memilih menginap disekolah meski harus tidur di lantai, terkadang juga tidur di kursi kayu. Meski baru 2 bulan ini ia mendaptkan pinjaman kasur busa dari warga, namun kasur busa cukup kecil dan tidak cukup ditempati dua orang.

Sebenarnya pemerintah sudah membuatkan gedung penginapan buat guru, namun sudah lama ini rusak parah hingga rumah inap digunakan sebagai gudang.

"Saya berharap pemerintah bisa segera membangun rumah inap bagi guru, sehingga bisa ditempati menginap," ucap Idham. (yos)

Berita Terkait

Ajarkan Moral dan Agama, Machfud Arifin Perhatikan Nasib Guru Ngaji

Guru Swasta Berharap Insentif Bisa Cair Sebelum Ramadhan

Dua Kelompok Silat Bentrok, Polisi Lakukan Penyisiran

Duh, Nasib PPPK Kabupaten Ngawi Masih Gelap
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  6 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  5 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  8 jam

Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber