Berita Terbaru :
Menuju New Normal, Polwan Blitar Sisir Tempat Keramaian
Produsen Rokok Terdampak Pandemi Covid-19, Produksi Turun 40 Persen
Penerapan New Normal Bidang Industri di Jatim
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Warga Ponorogo Masih Bandel Terbangkan Balon Tanpa Awak
Warga Saudi Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Masjid Kembali Dibuka
   

Krisis Air Bersih Meluas ke Kecamatan Lembeyan Magetan
Mataraman  Selasa, 17-09-2019 | 00:10 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Dampak kekeringan di Kabupaten Magetan, terus meluas. Tidak hanya Kecamatan Parang dan Karas saja, akan tetapi juga meluas ke Kecamatan Lembeyan. Selain itu jumlah desa juga bertambah.

Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, juga melakukan droping air bersih ke Kecamatan Lembeyan.

Setidaknya ada 2 desa di Lembeyan yang terdampak kekeringan, yaitu Desa Kediren dan Desa Lembeyan Kulon. Di dua desa tersebut, ada dua ribu lebih warga yang mengalami krisis air bersih.

Dari dari BBPD setempat, saat ini jumlah total warga yang mengalami krisis air bersih sebanyak 8.522 jiwa. Selain di Lembeyan, jumlah desa di kecamatan lainnya pun juga bertambah. Seperti Parang misalnya, bertambah Desa Pragak dan Mategal. Begitu juga di Karas, ada tambahan desa baru, yaitu Subontoro.

Kepala Pelakasana BPBD Magetan, Ari Budi Santosa, mengatakan, hingga saat ini BPBD rutin mengirim air bersih ke lokasi tersebut. "Dalam sehari, BPBD sedikitnya mengirim 24 tangki air bersih ke warga," kata Ari Budi Santosa.

Diperkirakan, kekeringan yang berdampak pada krisis air bersih terus meluas. Karena musim kemarau diprediksi berlangsung sampai dengan awal Oktober 2019 mendatang. (yos)

Berita Terkait

Memasuki Musim Pancaroba, 66 Desa di Trenggalek Masih Alami Kekeringan

Kemarau Berkelanjutan, Sumber PDAM di Pacitan Mengering

Warga Kabupaten Jember Kesulitan Air Bersih

Petani Memecah Batu di Sawah yang Masih Kering
Berita Terpopuler
Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  8 jam

Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Peristiwa  4 jam

Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  7 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber