Berita Terbaru :
Risma Ingin PSBB Surabaya Tidak Diperpanjang
BIN Deteksi Kluster Baru Penyebaran Covid-19 di PDAM
Seorang Supervisi Ditetapkan Tersangka Terkait Laka Kerja di PT Enero
Ini Dugaan Motif Kadiyanto Memilih Gantung Diri
Walikota Madiun Buka Sunday Market Dan Utamakan Protokol Kesehatan
Laka Truk Bak Terbuka Mengangkut Belasan Penumpang Terguling, 2 Tewas Seketika
Sekolah Siap Jalani Tatanan Baru New Normal
Dishub Tuban Ciptakan Garis Jaga Jarak Mirip di Moto GP
Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Tim Gugus Tugas Covid 19 Ponorogo Sudah Lakukan 2000 Rapid Tes
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
   

Neraca Perdagangan Jatim Surplus 60,12 Juta USD
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 16-09-2019 | 19:23 wib
Reporter : Selvy Wang
Satriyo Wibowo, Kabid Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik Jawa Timur
Surabaya pojokpitu.com, Setelah sepanjang 2019, neraca perdagangan Jatim selalu terpuruk karena defisit. Untuk pertama kalinya di bulan Agustus lalu mengalami surplus hingga 60,12 juta USD. Nilai surplus ini didorong kinerja sektor ekspor non migas yang surplus hingga 262,71 juta USD.

Untuk pertama kalinya, neraca perdagangan Jawa Timur selama Agustus 2019, akhirnya mengalami surplus sebesar 60,12 juta USD, setelah sepanjang 2019 selalu mengalami defisit. Surplus terjadi karena pada sektor non migas mengalami surplus hingga 262,71 juta USD, lebih besar daripada sektor migas yang defisit sebesar 202,58 juta USD.

Satriyo Wibowo, Kabid Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik Jawa Timur, mengatakan kondisi ini cukup menggembirakan dan menunjukan tren positif.

Sementara itu, untuk nilai ekspor Jatim selama Agustus mencapai 1,89 miliar USD, yang terdiri dari ekspor non migas 1,78 miliar USD dan migas 109,63 juta USD.  Dengan komoditi terbesar yakni emas perhiasan, kayu, serta lemak dan minyak hewan,nabati. Ekspor emas perhiasan terdongkrak kembali sejak masuk pasar Swiss kembali pada bulan Juli.

Sedangkan nilai impor Jawa Timur pada Agustus mencapai 1,83 miliar USD, terdiri dari impor non migas 1,52 miliar USD dan migas 312,21 juta USD. Dengan komositas terbesar yakni golongan mesin pesawat mekanik, besi dan baja, serta plastik.(end)



Berita Terkait

Neraca Perdagangan Jatim Surplus 60,12 Juta USD

Neraca Dagang Indonesia Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah

Neraca Perdagangan Jatim Periode Januari - Desember Defisit USD 5,35 Miliar

Jatim Alami Defisit Neraca Perdagangan
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  17 jam

Dinas Pariwisata Siapkan Konsep New Normal Sarangan
Mlaku - Mlaku  11 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  15 jam

Wali Murid Khawatir Apabila Anaknya Kembali Masuk Sekolah
Pendidikan  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber