Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Icip - Icip 

Pengurus masjid Muhdor kuwalahan melayani warga yang berebut takjil gratis bubur arab. foto:khusni
Rratusan Warga Berebut Takjil Bubur Arab
Sabtu, 20-06-2015 | 21:12 wib
Oleh : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Ratusan warga rela berdesak-desakan memperebutkan takjil gratis yang dibagikan pengurus masjid Muhdhor yang terletak di Jl Pemuda kabupaten Tuban. Bagi-bagi takjil bubur arab ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. dan digelar setiap hari selama bulan suci ramadhan. Pembagian takjil gratis ini mulai tampak pada sore hari menjelang maghrib, ratusan warga mulai anak-anak hingga orang dewasa berkumpul di masjid Muhdor menunggu pembagian bubur arab tersebut.

Tepat jam lima sore, warga mulai berbondong-bondong memadati halaman masjid kuno tersebut. Mereka langsung berdesak-desakan mengantri demi mendapatkan bubur gratis yang dibagikan pengurus masjid Muhdhor.
 
Seperti takut tidak kebagian, ratusan pengantri ini saling dorong demi mendapat posisi terdepan. tidak jarang wanita dan anak-anak yang ikut dalam kerumunan tergencet diantara pria-pria dewasa.
 
Namun demikian, meski harus berjuang susah payah, warga mengaku senang dan tidak pernah merasakan sakit. Kerelaan berebut dilakukan karena bubur arab ini hanya bisa ditemui selama bulan ramadhan saja. Biasanya bubur pembagian masjid ini akan dibawa pulang sebagai takjil buka puasa bersama keluarga.
 
Sementara itu, meski telah ikut mengantri sejak jam empat sore, sejumlah anak-anak terpaksa harus gigit jari, karena tidak kebagian. meski begitu, mereka akan kembali lagi besok, untuk mendapatkan takjil bubur arab tersebut.
 
Bubur yang diberi nama Muhdhor sesuai dengan nama masjid ini, dimasak sendiri oleh pengurus masjid pada siang hari. Mereka bergotong royong mengaduk secara bergantian beras yang direbus dalam kwali besar yang terbuat dari kuningan.
 
Selain beras dan air, bahan-bahan pembuat bubur Muhdhor antara lain santan, garam dan bumbu ramuan khusus masyarakat keturunan arab. Bumbu khusus ini dibuat dari rempah-rempah yang diolah bersama daging kambing.
 
Menurut Takmir Masjid Muhdor, Ustadz Agil Bunumay, bagi-bagi takjil bubur ini sudah menjadi tradisi tahunan masjid Muhdhor sejak tahun 1937. awalnya warga keturunan arab yang berdiam disini bersepakat untuk memberi takjil bagi warga sekitar yang tidak mampu. Kebiasan bagi-bagi takjil bubur di masjid Muhdhor ini kemudian menjadi tradisi turun temurun yang dikenal dengan tradisi bubur Muhdhor.
 
Bagi-bagi bubur gratis ini dilakukan setiap hari selama bulan ramadhan. Setiap orang yang datang diperbolehkan ikut mengantri.(tur)
 





Berita Terkait


Tradisi Akhir Ramadhan Dengan Bermain Bola Api

Ramaikan Malam Ramadhan, Anak-Anak Bermain Sepak Bola Api

Rratusan Warga Berebut Takjil Bubur Arab


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber