Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Puluhan nelayan itu dari 2 desa, diantaranya, Desa Panaongan Dan Desa Pasongsongan. Mereka menuntut proses pengerukan dilakukan kembali, terutama di pintu masuk kolam labuh. Foto Wildan
Sembilan Bulan Tidak Ada Pengerukan Kolam Labuh, Puluhan Nelayan Protes
Senin, 16-09-2019 | 16:22 wib
Oleh : Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Puluhan nelayan dari 2 desa, di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, menduduki Kantor UPT Pelabuhan Perikanan, Pasongsongan. Para nelayan menuntut, pengerukan pasir di pintu masuk kolam labuh segera dilakukan. Agar tidak dangkal dan perahu nelayan bisa keluar masuk saat kondisi pasang atau surut.

Sampai saat ini, kapal nelayan yang hendak berlayar di pagi hari, harus bersandar di luar kolam labuh, dengan resiko kapal dihantam ombak besar. Seperti Minggu kemarin (15/9), salah satu kapal milik nelayan dihantam ombak besar, sehingga kapal rusak dan tenggelam.

Hariyanto salah satu nelayan mengatakan, terakhir pengerukan yang dilakukan pemerintah pada akhir 2018. Biasanya dilanjutkan 3 bulan sekali. Namun sampai saat ini, tidak ada tindak lanjut oleh pihak setempat. Diduga alat pengerukan rusak dan diperbaiki diluar kota. Dari aturan yang ada, kolam labuh pelabuhan harus pada kedalaman 5 meter.

Jika pihak pemerintah terkait tidak menyegerahkan pengerukan, para nelayan akan melakukan pengerukan secara swadaya. "Ini merupakan kepentingan dan kebutuhan umum, karena mayoritas perekonomian masyarakat sekitar dari laut," ujar Hariyanto.

Pihak pemerintah akan menindaklanjuti serta mengapresiasi tuntutan para nelayan. Serta akan melaporkan ke pihak pusat di Jawa Timur, terkait pengerukan di pintu masuk kolam labu. Sebab, hal tersebut menyebabkan para nelayan merugi. (pul)
 


Berita Terkait


Sembilan Bulan Tidak Ada Pengerukan Kolam Labuh, Puluhan Nelayan Protes


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber