Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Pemkab Nganjuk Bersama Masyarakat Gelar Tradisi Siraman Sedudo
Minggu, 15-09-2019 | 09:20 wib
Oleh : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Tradisi dan budaya peninggalan leluhur masih terus dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Salah satunya di Nganjuk, pemerintah dan masyarakat menggelar tradisi upacara prana prasthista atau lebih kenal dengan siraman air terjun sedudo.

Tardisi yang digelar setiap tahun ini, terus dikembangkan dengan tujuan melestarikan budaya dan memberikan daya tarik wisata kepada bangsa Indonesia bahkan dunia, dengan menghadirkan 7 perwakilan wisatawan asing.

Dibawah air terjun sedudo inilah, tradisi satu suro, salah satu peninggalan nenek moyang digelar, bertempat di Desa Ngeliman Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk.

Tradisi upacara prana prasthista atau upacara proses pengambilan air terjun sedudo ini, dimulai dengan, iring-iringan sesepuh desa menuju air terjun sedudo, dengan membawa dupa.

Prosesi dilanjutkan dengan sajian tarian gambyong yang terdiri dari 6 penari yang masih gadis, yang kemudian akan menyerahkan 12 kendil (tempat air) ke 12  gadis yang akan mengambil air bersama 12 pejaka.

Usai tarian, kedua belas gadis dan pejaka mulai masuk keair terjun untuk mengambil air langsung dari jatuhnya air terjun, yang kemudian diserahkan kepada kedua belas gadis.

Air langsung dibawa dan di jadikan satu kesebuah tempayan besar, untuk disimpan dan diabadikan di Pendopo Kabupaten Nganjuk.

Dari sisi sejarah dan budaya, siraman sedudo ada sejak jaman kerajaan majapahit dan kejayaan islam. Saat itu air terjun sedudo sering digunakan untuk mencuci senjata pusaka milik raja dan patih dalam prana pratista.

Sementara di zaman kerajaan Islam,  sedudo sangat dikenal sebagai kawasan pertapaan ki ageng ngaliman. Yaitu tokoh pelopor penyebaran agama islam pertama kali di nganjuk, sebagai penghormatan atas jasa-jasanya.

Disamping guna melestarikan budaya dan tradisi, dengan prosesi siraman yang digelar setiap bulan suro ini, sebagai bentuk rasa syukur kepada yang kuasa dan doa agar semua warga nganjuk mendapatkan keselamatan dan dijauhkan dari segala mala petaka, serta hasil pertanian akan melimpah.

Novi Rahman Hidayat, Bupati Nganjuk, mengatakan, serta tradisi turun temurun ini juga dimaksudkan untuk menarik wisatawan dalam negeri dan asing, bahkan tahun ini didatangi 7 wisatawan asing dari berbagai negara.

Menurut Kacob, wisatawan asing dari negara Belanda, ia baru pertamakali datang ke wisatawan air terjun sedudo Nganjuk, ia suka dengan nuansa yang alami, dan hawa yang dingin, serta prosesi yang bagus.

Prosesi diakhiri dengan warga dan pejabat juga mandi bareng di air terjun sedudo, guna menikmati dinginnya air dan keindahan alam wisata air tejun. (yos)



Berita Terkait


Pemkab Nganjuk Bersama Masyarakat Gelar Tradisi Siraman Sedudo


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber