Berita Terbaru :
8 Pelaku Pemerkosa Janda Muda di Kokop Bangkalan Akhirnya Dibekuk
Interpelasi Dinilai Sangat Prematur dan Bukan Kewenangan Komisi C
Sekolah Mulai Sosialisasikan Pembelajaran Daring Untuk Siswa Baru
Timbul Kritikan, Program Kartu Prakerja di Jatim Dihentikan
RDP Soal Program BPNT Memanas
Pemkab Bojonegoro Siapkan 1.000 Tangki Air Bersih Atasi Dampak Kekeringan
Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ratusan Warga Gelar Aksi Protes Pembangunan Double Track Tanpa Underpass
Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal
   

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Dapat Dirasakan Masyarakat Jawa Timur
Metropolis  Sabtu, 14-09-2019 | 09:20 wib
Reporter : Usrox Indra
Sidoarjo pojokpitu.com, Bulan September ini masyarakat Jawa Tmur akan menjumpai fenomena hari tanpa bayangan, karena kulminasi matahari yang berada diatas kepala di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dan akan berlangsung pada bulan Oktober mendatang.

Prakirawan cuaca BMKG Juanda, Agata, mengatakan, saat ini beberapa kota di Indonesia saat ini sedang mengalami fenomena alam   yang biasa disebut fenomena alam kulminasi atau  masa transit, kerena saat ini matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Untuk meihat  fenomena hari tanpa bayangan ini, bisa melihat bayangan benda tegak akan terlihat seperti menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri, pada bulan September fenomena ini muncul dan disebut sebagai hari tanpa bayangan.

"Fenomena hari tanpa bayangan terjadi karena deklinasi atau posisi matahari sama dengan lintang pengamat maka disebut kulminasi utama, dalam istilah BMKG matahari akan berada tepat diatas kepala," ujar Agata.

Sementara itu, kulminasi sendiri nantinya juga akan terjadi di Kota Surabaya pada pertengan bulang September  hingga bulan Oktober mendatang tepat  pukul 11.15. Namun hanya berlangsung selama dua menit saja.

"Untuk dampak yang terjadi akibat fenomena tersebut adalah cuaca pada siang hari cenderung lebih panas,  dengan suhu diperkirakan berkisar antara 30-34 derajat celcius," imbuhnya.

Sementara itu akibat  fenomena hari tanpa bayangan, Agata menyampaikan untuk penerbangan, BMKG  pastikan tidak ada dampak sama sekali.

"Begitu pula dengan pelayaran karena ombak tinggi biasanya terpengaruh dengan kondisi angin dan cuaca bukan posisi matahari," tutup Agata. (yos)





Berita Terkait

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Dapat Dirasakan Masyarakat Jawa Timur
Berita Terpopuler
Wisata Tematik Beiji Park Gelar Simulasi New Normal
Mlaku - Mlaku  9 jam

Ratusan Warga Gelar Aksi Protes Pembangunan Double Track Tanpa Underpass
Metropolis  8 jam

Akhirnya Bapak-Anak Kompak Tinggal di Penjara Karena Maling HP
Peristiwa  8 jam

Harga Hewan Kurban Naik Jelang Idul Adha
Ekonomi Dan Bisnis  7 jam



Cuplikan Berita
Tiga Pedagang Reaktif, Pasar Kunir Ditutup
Pojok Pitu

Tolak Tracing, Warga Usir Petugas Medis Covid-19
Pojok Pitu

Budidaya Bonsai Kelapa Mulai Digemari di Mojokerto
Jatim Awan

Evakuasi Jasad Pendaki Lawu, Lewat Jawa Tengah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber