Berita Terbaru :
TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19
Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
   

Dispertapan Trenggalek Siapkan Asuransi Usaha Tani Padi
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 14-09-2019 | 00:13 wib
Reporter : Simon Bagus, Mochammad Herlambang
Dinas Pertanian Dan Pangan Trenggalek berharap para petani segera mendaftar asuransi usaha tani padi. Foto Simon
Trenggalek pojokpitu.com, Memasuki musim kemarau panjang mulai berdampak kepada petani Trenggalek. Selain harus beralih tanaman, petani juga rawan gagal panen.

Para petani didorong untuk mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi tersebut dikelola Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Dengan ikut asuransi, resiko bisa diminimalisir. Seperti waktu panen sukses bisa dapat Rp 10 juta per hektare. Namun jika gagal panen, hanya bisa mendapat Rp 6 juta.

Menurut Didik Susanto,Sekretaris Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Trenggalek, premi dalam satu musim tanam program AUTP senilai Rp 180 ribu per ha. Para petani hanya perlu membayar Rp 36 ribu per ha. Sisanya dibayar dari subsidi pemerintah daerah. "Petani bisa mengajukan klaim apabila mengalami gagal panen akibat kekeringan atau hama," kata Didik.

AUTP akan banyak menolong petani ketika kondisi musim yang sulit diprediksi seperti saat ini. Pasalnya, kapan waktu penghujan dan kapan waktu kemarau sering tidak menentu. Dengan AUTP, petani bisa lebih tenang jika sawahnya gagal panen.

Saat ini sebanyak 156 hektare sawah padi gagal panen di Trenggalek sudah mengajukan klaim AUTP senilai Rp 936,8 juta untuk masa tanam pertama tahun 2019.

Sementara untuk musim tanam ketiga, total pengajuan gagal panen padi sudah mencapai 46 hektare. Dari jumlah itu, baru dua hektare yang tercairkan. Sisanya masih menunggu giliran. "Total lahan pertanian padi di Trenggalek mencapai 12.028 hektare. lalu yang sudah diasuransikan selama 2018 masih kurang dari 50 persen," kata Didik Susanto. (pul)


Berita Terkait

Masih Perlukah Kendaraan Diasuransikan selama Pandemi Virus Corona?

Dispertapan Trenggalek Siapkan Asuransi Usaha Tani Padi

Bawaslu Asuransikan Anggota Panwaskel dan Panwascam Dengan Dana Pribadi

Pemkab Lindungi 29 Ribu Balita Stunting dengan Asuransi Kesehatan
Berita Terpopuler
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  11 jam

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Metropolis  3 jam

Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Metropolis  2 jam

Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
Metropolis  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber