Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Inovasi Si Canti-Q dan Info Kawan Cegah Pungli di BBKP Surabaya
Jum'at, 13-09-2019 | 07:10 wib
Oleh : Nova Sari
Surabaya pojokpitu.com, Upaya untuk mencegah pungli dalam pelayanan publik yang ada di instansi Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP ) Surabaya, membuat adanya aplikasi yang berbasis online. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat, tepat dan transparan.

Kondisi ini tentu menjadi sebuah tantangan besar bagi seluruh instansi publik termasuk Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya. Karenanya membuat dan menerapkan Sistem Manajemen Mutu Pelayanan Integrasi BBKP Surabaya/ SIMPEL INSU. 
SIMPEL INSU  merupakan integrasi dari 6 dokumen, yaitu SPP (Standar Pelayanan Publik), SNI ISO 9001:2015 /Pelayanan, ISO/IEC 17025:2017/Laboratorium, SNI ISO 37001:2016/SMAP/Sistem Manajemen Anti  Penyuapan, SPIP/Sistem Pengendalian Intern Pemerintah  dan ZI WBK WBBM/ Zona Integritas menuju WBK  WBBM). 

Dengan SIMPEL INSU diharapkan pelayanan sertifikasi karantina hewan dan tumbuhan dapat dilakukan secara cepat, tepat, aman, konsisten, transparan dan akuntabel 

Dari adanya SIMPEL INSU tersebut, Kamis (12/9) BBKP Surabaya meluncurkan 7 inovasi berbasis IT/ Web baik yang bersifat internal maupun eksternal. Nama yang dipilih untuk aplikasi pun menarik perhatian. Untuk sistem layanan internal diantaranya  Sistem Informasi Realisasi Anggaran (SIRIANG), Sistem informasi Perjalanan Dinas &  Keuangan (NADIKU), Online Survei Indek Kepuasan Masyarakat (I-KEMAS), dan Sistem informasi Cuti Pegawai (CUTARI : Cuti Tanpa Ribet).

Sementara untuk  Sistem Aplikasi Layanan Eksternal Q-CAK (Quarantine- Comprehensive, Accurate dan Knowledge) terdiri dari. Sistem Informasi Laboratorium Karantina (Lab-Q), Sistem informasi antrian pelayanan karantina (CANTI-Q/Cek Antrianku) dan  Sistem Informasi Karantina Hewan (INFO KAWAN).

Menurut Kepala BBKP Surabaya Dr. Ir, Musyaffak Fauzi, SH. MSi dengan adanya inovasi ini mengatasi keterbatasan sumber daya manusia, dan memperkecil adanya peluang penyelewengan yang ada. 

"Adanya sistem ini bisa mengurangi adanya pungli, karena tidak ada ketersinggungan dengan petugas secara langsung," tutur Dr. Ir, Musyaffak Fauzi, SH. MSi,Kepala BBKP Surabaya.

Selain itu dengan sistem ini lebih ramah lingkungan, tidak membutuhkan dokumen cetak terlalu banyak, dan diharapkan waktu layanan pun bisa lebih cepat. Diperkirakan untuk pengurusan ijin dokumen selesai kurang lebih 1 jam, dengan catatan semua persyaratan yang dibutuhkan dalam dokumen sudah terpenuhi.

Dari data yang ada dalam sehari untuk pengurusan dokumen kurang lebih ada 200 hingga 300 dokumen untuk seluruh satuan kerja wilayah BBKP Surabaya. Dengan adanya sistem INFO KAWAN dan Si Canti-Q diperkirakan dokumen yang terlayani bisa lebih banyak. Selama ini untuk sistem terkait inovasi pelayanan baru BBKP Surabaya yang mempelopori. Diharapkan dengan sistem baru ini bisa diaplikasikan untuk balai karantina wilayah lainnya.

Sistem ini pun disambut positif oleh Dr. Agus Widiyarta,S.Sos.,M.Si, Kepala Perwakilan Ombudsman Wilayah Jawa Timur. Menurut Agus dengan sistem ini, masyarakat tidak perlu dating langsung ke kantor BBKP Surabaya dan Kantor satker yang ada. Mereka bisa mengisi data melalui online, bila dibutuhkan baru ke kantor yang dituju.

Sementara itu salah satu klien BBKP Surabaya, Fredi dari PT BISI mengatakan sangat terbantu dengan  adanya inovasi aplikasi yang ada ini, karena mempercepat waktu pelayanan yang ada. 

Dengan sistem baru ini bisa mengurangi keluhan dari pelanggan. Sementara untuk biaya investasinya relatif tidak besar, karena inovasi ini dari karyawan BBKP Surabaya, dan untuk ke depannya sistem ini akan terus dijalankan meski terjadi perubahan struktur pimpinan di BBKP Surabaya.(end)



Berita Terkait


Inovasi Si Canti-Q dan Info Kawan Cegah Pungli di BBKP Surabaya

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber