Berita Terbaru :
Petugas PMK Menyelamatkan Kucing Terjebak di Pipa Paralon Saluran Air
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Panen Belum Merata, Harga Cabai Rawit Naik Turun
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 12-09-2019 | 18:59 wib
Reporter : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Masa panen belum merata menjadikan harga cabai rawit belum stabil. Diperkirakan harga akan mulai berjalan normal mulai Oktober mendatang, karena sejumlah wilayah di Jawa Timur dengan lahan sekitar 400 hektar akan mulai memasuki panen.

Harga cabai rawit yang belum stabil karena harga yang naik turun, diakui oleh Disperindag Jatim karena masa panen yang belum merata di Jawa Timur. Dari harga saat turun menjadi Rp 35 ribu per kilogram, kini naik lagi di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.

Menurut Drajat Irawan, Kepala Disperindag Jawa Timur wilayah yang sudah mulai masa panen adalah Kediri dengan lahan seluas 150 hektar. Diperkirakan sekitar bulan Oktober, wilayah lain akan mulai masa panen, yakni Blitar seluas 20 hektar, Tulungagung 15 hektar, Malang 25 hektar, Nganjuk 35 hektar, Probolinggo 20 hektar, jember 100 hektar, banyuwanhi 15 hektar. Total sekitar 400 hektar akan panen.

"Kami pastikan panen akan berlangsung mulai Oktober hingga Desember atau Januari, sehingga diharapkan harga cabai rawit akan kembali normal," ujar Drajat Irawan, Kepala Disperindag Jatim.

Berdasarkan data Siskaperbapo Disperindag Jawa Timur, harga rata-rata cabai rawit mencapai Rp 55.905 per kilogram. Tertinggi di Kabupaten Magetan Rp 62.333, Ngawi Rp 61.333, Malang Rp 61.000, diikuti kota Pasuruan dan Malang Rp 60.500 . Sedangkan harga terendah di kota Mojokerto Rp 39.500. (end)





Berita Terkait

Masuk Musim Panen, Kualitas Cabai Menurun

Harga Cabai Murah, Petani Rugi Jutaan Rupiah

Dampak Korona Harga Cabe Mengalami Kenaikan

Harga Cabai Meroket Tembus Rp 80.000 Perkilogram
Berita Terpopuler
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  12 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  3 jam

Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  2 jam

Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Pendidikan  6 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber