Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Plt Kepala BPPKAD Gresik Divonis 4 Tahun Penjara
Kamis, 12-09-2019 | 16:37 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, M.Mukhtar, Plt Kepala Badan Pendapatan , Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Gresik, yang didakwa memotong insentif pegawai akhirnya divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.

Hakim juga memerintahkan jaksa untuk memeriksa 2 mantan kepala BPPKAD, Yeti Sri Suparyati dan Andhy Hendro atas dugaan ikut menikmati uang insentif tersebut.

Majelis Hakim yang diketuai Dede Suryaman, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan memotong insentif pegawai dan pejabat BPPKAD. Terdakwa melanggar Pasal 12F UU RI No. 31 tahun 1999, sebagaimana diubah Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi.

Atas pertimbangan tersebut, Hakim Dede Suryaman menjatuhkan putusan pidana 4 tahun penjara. Selain itu, terdakwa diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 2 bulan dan uang pengganti sebesar Rp 2,1 miliar subsider 6 bulan penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang menuntut pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar serta uang pengganti Rp 2 miliar.

"Kami masih pikir-pikir atas vonis hakim ini," ujar Kasi Pidsus Kejari Gresik, Andrie Dwi Subianto.

Menariknya, hakim memerintahkan jaksa untuk memeriksa 2 mantan Kepala BPPKAD, Yeti Sri Suparyati dan Andhy Hendro Wijaya yang diduga ikut menikmati uang insentif tersebut.

Diketahui, kasus operasi tangkap tangan di BPPKAD Kabupaten Gresik ini dilakukan Kejaksaan Negeri Gresik, akhir 2018. Penyidik kejari mengamankan uang Rp 531,623 juta. Plt Kepala BPPKAD Gresik, M. Mukhtar ditetapkan sebagai tersangka.(end)


Berita Terkait


Plt Kepala BPPKAD Gresik Divonis 4 Tahun Penjara


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber