Berita Terbaru :
Diterjang Aliran Sungai, Jembatan Rusak, Akses Antar Desa Terputus
Cuitan Dokter di Twitter Viral, Pihak RS Royal Beri Klarifikasi
KPU Ngawi Segera Lanjutkan Tahapan Pilkada
Hasil Grebek Rapid Tes, Ditemukan Satu Pedagang di Pasar Lamongan Positif Covid 19
Puluhan Tahanan Polres Jalani Rapid Test Massal Mendadak
Penyekatan Kendaraan di Jalur Perbatasan Jatim - Jateng
Dievaluasi, Kualitas Beras BPNT di Tuban Dikabarkan Tak Layak Konsumsi
Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Izin Tak Lengkap, Satpol PP Segel Usaha Budidaya Ayam Potong
Kemenag Masih Kordinasi Pembukaan Tempat Ibadah
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
KAI Jatim : Dokter "Whistleblower" Covid-19 Surabaya Harus Didukung
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
Risma Menangis, Melihat Bantuan Alkes BIN Tiba di Balaikota
   

Plt Kepala BPPKAD Gresik Divonis 4 Tahun Penjara
Hukum  Kamis, 12-09-2019 | 16:37 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, M.Mukhtar, Plt Kepala Badan Pendapatan , Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Gresik, yang didakwa memotong insentif pegawai akhirnya divonis 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.

Hakim juga memerintahkan jaksa untuk memeriksa 2 mantan kepala BPPKAD, Yeti Sri Suparyati dan Andhy Hendro atas dugaan ikut menikmati uang insentif tersebut.

Majelis Hakim yang diketuai Dede Suryaman, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan memotong insentif pegawai dan pejabat BPPKAD. Terdakwa melanggar Pasal 12F UU RI No. 31 tahun 1999, sebagaimana diubah Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi.

Atas pertimbangan tersebut, Hakim Dede Suryaman menjatuhkan putusan pidana 4 tahun penjara. Selain itu, terdakwa diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 2 bulan dan uang pengganti sebesar Rp 2,1 miliar subsider 6 bulan penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang menuntut pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar serta uang pengganti Rp 2 miliar.

"Kami masih pikir-pikir atas vonis hakim ini," ujar Kasi Pidsus Kejari Gresik, Andrie Dwi Subianto.

Menariknya, hakim memerintahkan jaksa untuk memeriksa 2 mantan Kepala BPPKAD, Yeti Sri Suparyati dan Andhy Hendro Wijaya yang diduga ikut menikmati uang insentif tersebut.

Diketahui, kasus operasi tangkap tangan di BPPKAD Kabupaten Gresik ini dilakukan Kejaksaan Negeri Gresik, akhir 2018. Penyidik kejari mengamankan uang Rp 531,623 juta. Plt Kepala BPPKAD Gresik, M. Mukhtar ditetapkan sebagai tersangka.(end)


Berita Terkait

Plt Kepala BPPKAD Gresik Divonis 4 Tahun Penjara
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  6 jam

Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  3 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  9 jam

Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Mlaku - Mlaku  2 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber