Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Metropolis 

Gus Muhdor: Santri Itu Berhati Makkah, Berotak BJ Habibie
Kamis, 12-09-2019 | 15:28 wib
Oleh :
Sidoarjo pojokpitu.com, Kepergian Presiden Ketiga Indonesia BJ Habibie, meninggalkan duka buat seluruh kalangan, termasuk para santri. Kalangan santri memandang BJ Habibie sebagai sosok yang layak diteladani.

Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, Muhdor Ali mengatakan, bagi kalangan santri, Habibie adalah cerminan ideal tentang kegigihan dalam menuntut ilmu.

"Dunia santri ini kan dunia yang menuntut ilmu sampai akhir hayat, utlubul ilma minal mahdi ilal lahdi, atau dalam bahasa di ilmu kependidikan itu long life education. Apa yang dilakukan Pak Habibie sepanjang hidupnya mencerminkan itu. Jadi kami para santri harus meneladani beliau," ujar Muhdor

Menurut Muhdor, sains dan teknologi kini mulai menjadi tradisi bagi para santri. Bahkan, upaya mendekatkan sains dan teknologi telah dimulai sejak dari pendidikan dasar. Banyak santri pun menjadikan Habibie sebagai inspirator saat menuntut ilmu.

"Sampai-sampai kan di seluruh kalangan santri muncul istilah yang sangat terkenal, yaitu kita harus berhati Makkah, berotak Habibie. Visi keilmuan agama berpadu dengan visi sains serta teknologi, karena memang itu tak bisa dipertentangkan. Agama mencintai ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Gus Muhdor, sapaan akrabnya.

"Bukatinya, banyak ayat di alquran yang memerintahkan umat Islam menggunakan akalnya untuk mencermati alam semesta, artinya kita dituntut mempelajari sains dan teknologi. Banyak ayat yang juga disertai pertanyaan afala taqilun atau afala tatafakkarun yang artinya tidakkah kamu sekalian berpikir," imbuh putra KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) tersebut.

Menurut Gus Muhdor, dengan penguasaan sains dan teknologi, para santri bisa membantu masyarakat banyak serta memajukan daerah serta negara. "Kalau santri kan jelas cinta NKRI, jadi teknologi yang dikuasai pasti untuk kemaslahatan, bukan untuk merongrong negara," ujar alumnus Ponpes Lirboyo Kediri itu.

Di Ponpes Bumi Sholawat sendiri, ujar Gus Muhdor, sains dan teknologi diperkenalkan secara intens. Berbagai laboratorium berbasis teknologi ada di pesantren tersebut. Lomba sains antar-santri kerap digelar untuk memacu para santri menguasai teknologi.

"Dengan meneladani Pak Habibie, kami ke depan terus memperkuat tradisi sains dan teknologi di kalangan anak-anak muda Sidoarjo dan dari seluruh Indonesia yang mondok di sini. Semoga lahir Habibie-Habibie baru di pesantren dan komunitas pendidikan yang ada di Sidoarjo," ujar Gus Muhdor yang juga alumnus Universitas Airlangga, Surabaya.

Gus Muhdor juga mengajak seluruh santri melakukan salat gaib serta bertahlil untuk Habibie. Di lingkungan pesantren juga dikibarkan bendera setengah tiang. "Kami juga sudah mengontak para wali santri untuk bersama-sama mengirimkan alfatihah kepada Pak Habibie," ujarnya.


Berita Terkait


Dirut Inka Kenang BJ Habibie Sebagai Pendiri Inka

Ratusan Pelajar Terbangkan Pesawat Kertas Kenang BJ Habibie

Begini Kenangan Khofifah Tentang Sosok BJ Habibie

Dirut Inka Kenang BJ Habibie Sebagai Pendiri Inka


Gus Muhdor: Santri Itu Berhati Makkah, Berotak BJ Habibie

Siswa Jember Bacakan Doa dan Puisi Untuk BJ Habibie

Ratusan Siswa MI Mojokerto Gelar Doa Untuk BJ Habibie

Polres Tulungagung Gelar Shalat Ghaib dan Doa Bersama Untuk BJ Habibie

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber