Berita Terbaru :
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
Kemenpora dan PSSI Bagi Tugas Urus Piala Dunia U-20
Wacana Pasien Covid-19 Jatim Dipindah ke Pulau Galang
Jelang Idul Adha Penjualan Daging Sapi Menurun
Hibur Anak-Anak, Polisi Berikan Edukasi Anak di Tempat Wisata
Antusias Petani Menanam Tembakau di Suasana Covid-19
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Malang Kota Malang
Bus dan Kru Harus Lakukan Protokol Kesehatan Ketat
Keramaian dan Kerumunan Massa Tetap Dilarang di Bangkalan
Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
   

Wisata Kali Gandong Beraroma Limbah Kulit
Peristiwa  Kamis, 12-09-2019 | 05:15 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Warga yang tinggal di sepanjang Sungai Gandong Magetan, kembali melakukan protes, karena bau limbah penyamakan kulit. Protes yang dilakukan selama ini, belum ada solusi yang jelas dari pemerintah. Meskipun protes itu sudah dilakukan sejak tahun 2000-an.

Warga lingkungan Kauman Kelurahan Magetan Kecamatan Kabupaten Magetan, memasang banner bertuliskan selamat datang di objek wisata baru Kali Gandong. Di salah satu sudut jalan sepanjang Sungai Gandong Magetan.

Namun bukan murni untuk destinasi wisata, namun ini sebagai protes warga yang tinggal sepanjang Sungai Gandong, karena pembuangan limbah industri penyamakan kulit yang menimbulkan bau tidak sedap.

Ketua RW 03 Kelurahan Magetan, Muhammad Iqbal, menjelaskan, pembuangan limbah industri penyamakan kulit ke Sungai Gandong, semakin parah saat kemarau. Karena air di Sungai Gandong sudah mengering, sehingga menimbulkan bau yang sangat menyengat.

"Ini bukan yang pertama kalinya. Protes warga sekitar sudah dilakukan sejak tahun 2000-an. Namun tetap tidak ada penanganan dari pemerintah. Di seputar Sungai Gandong, ada dua industri penyamakan kulit, yaitu milik pemerintah provinsi dan carma," kata Muhammad Iqbal, Ketua RW 03 Kelurahan Magetan.

Pantauan Jtv di sepajang Sungai Gandong, air limbah penyamakan kulit memang langsung dibuang ke aliran sungai. Kondisi air sungai yang hampir mengering, menimbulkan bau yang sangat menyengat.

Tidak hanya berubah warna, permukaan air sudah tertutup limbah penyamakan kulit. Warga berharap pemerintah turun tangan, agar pabrik penyamakan kulit tidak seenaknya membuang limbah ke sungai.(end)



Berita Terkait

Wisata Kali Gandong Beraroma Limbah Kulit
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  12 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  9 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  11 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  10 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber