Berita Terbaru :
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Lestarikan Sumber Mata Air, Bupati Bojonegoro Bersama Forkopimda dan Masyarakat Kerja Bakti
   

Wisata Kali Gandong Beraroma Limbah Kulit
Peristiwa  Kamis, 12-09-2019 | 05:15 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Warga yang tinggal di sepanjang Sungai Gandong Magetan, kembali melakukan protes, karena bau limbah penyamakan kulit. Protes yang dilakukan selama ini, belum ada solusi yang jelas dari pemerintah. Meskipun protes itu sudah dilakukan sejak tahun 2000-an.

Warga lingkungan Kauman Kelurahan Magetan Kecamatan Kabupaten Magetan, memasang banner bertuliskan selamat datang di objek wisata baru Kali Gandong. Di salah satu sudut jalan sepanjang Sungai Gandong Magetan.

Namun bukan murni untuk destinasi wisata, namun ini sebagai protes warga yang tinggal sepanjang Sungai Gandong, karena pembuangan limbah industri penyamakan kulit yang menimbulkan bau tidak sedap.

Ketua RW 03 Kelurahan Magetan, Muhammad Iqbal, menjelaskan, pembuangan limbah industri penyamakan kulit ke Sungai Gandong, semakin parah saat kemarau. Karena air di Sungai Gandong sudah mengering, sehingga menimbulkan bau yang sangat menyengat.

"Ini bukan yang pertama kalinya. Protes warga sekitar sudah dilakukan sejak tahun 2000-an. Namun tetap tidak ada penanganan dari pemerintah. Di seputar Sungai Gandong, ada dua industri penyamakan kulit, yaitu milik pemerintah provinsi dan carma," kata Muhammad Iqbal, Ketua RW 03 Kelurahan Magetan.

Pantauan Jtv di sepajang Sungai Gandong, air limbah penyamakan kulit memang langsung dibuang ke aliran sungai. Kondisi air sungai yang hampir mengering, menimbulkan bau yang sangat menyengat.

Tidak hanya berubah warna, permukaan air sudah tertutup limbah penyamakan kulit. Warga berharap pemerintah turun tangan, agar pabrik penyamakan kulit tidak seenaknya membuang limbah ke sungai.(end)



Berita Terkait

Wisata Kali Gandong Beraroma Limbah Kulit
Berita Terpopuler
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Metropolis  2 jam

Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  12 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  13 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  39 menit



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber