Berita Terbaru :
PPDB Online, Baru 4 SMPN Penuhi Pagu Pendaftar Siswa
Tahun Ajaran Baru Mulai 13 Juli 2020
Sebanyak 200 Orang Warga Rungkut Ikut Tes Swab Dengan Mobile PCR BNPB
98 Persen Perawat Klaster TKHI di Asrama Haji Sembuh
Pemkab Fungsikan Kampus Stikes Jadi Ruang Isolasi
Dokter di Surabaya Meninggal Dunia Berstatus PDP
Kebutuhan Padi di Jatim Masih Surplus, Hanya Kedelai yang Kekurangan
Sejak Pandemi Covid 19, Angka Ibu Hamil di Jatim Meningkat Tajam
Suami Pasien Nomor 4 Terkonfirmasi Positif Covid 19
Hantam Truck, Pelajar SMP Terseret Hingga Tewas
Warga Ponorogo Masih Bandel Terbangkan Balon Tanpa Awak
Warga Saudi Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Masjid Kembali Dibuka
Jumlah Warga Waru Sidoarjo Positif Covid-19 Turun Drastis
Ratusan Rumah 2 Desa di Tanggulangin Teredam Air
Pesan dari Menpora, Sederhana Tetapi Sangat Berarti
   

Jantung Menjadi Berdebar Setelah Minum Kopi? Mungkin Ini Penyebabnya
Life Style  Kamis, 12-09-2019 | 00:20 wib
Reporter :
Foto.dok pojokpitu.com
pojokpitu.com, Kopi digemari banyak orang karena cita rasa dan aromanya yang khas. Sayangnya, ada pula orang yang mesti berhenti dari kebiasaan minum kopinya karena merasa selalu merasa deg-degan setelah mengonsumsinya. Ada yang mengatakan jika itu hanya perasaan saja. Padahal, tidak! Dari kacamata medis, inilah penyebab kopi bikin jantung berdebar dan tak nyaman.

Kafein dalam kopi merangsang sistem saraf pusat

Jantung berdebar, sehingga menimbulkan sensasi yang tak menyenangkan disebut dengan palpitasi. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, seseorang dapat mengalami palpitasi meski tak memiliki penyakit jantung atau masalah irama jantung yang abnormal.

Nah, dalam hal ini, kafein dalam kopi juga bisa menyebabkan palpitasi. Mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi atau alkohol disebut dapat merangsang sistem saraf pusat.

American Heart Association berpendapat, walaupun jantung pada dasarnya memiliki ritme yang teratur, tapi rangsangan saraf bisa mengubah ritme tersebut. Maka dari itu, ketika sistem saraf pusat dirangsang, maka yang terjadi adalah tingkat kewaspadaan Anda meningkat.

Salah satu tanda bahwa tingkat kewaspadaan Anda meningkat adalah jantung yang berdebar lebih cepat dari biasanya, sakit kepala, hingga gemetar. Itulah mengapa, pada orang yang sensitif dengan kafein, dia akan selalu merasa deg-degan setelah menyeruput kopi atau teh, meski sudah dicampur susu.

Selain itu, orang yang punya masalah asam lambung, yakni refluks gastroesofageal (GERD), juga rentan mengalami sesak napas dan jantung berdebar setelah minum kopi. Pasalnya, ketika asam lambung naik ke kerongkongan, sensasi yang dirasakan akan seperti itu. Parahnya lagi, lambung juga akan terasa nyeri dan mual.

Mengurangi atau menghindari sama sekali?

Jika Anda hanya punya keluhan jantung berdebar setelah minum kopi, sebetulnya cara untuk menanganinya, tidak cukup dengan mengurangi dosis kafein dalam kopi atau mengurangi frekuensi minum kopi.

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KlikDokter, sebaiknya penderita palpitasi setelah minum kopi berhenti mengonsumsinya sama sekali.

"Ya, solusinya bukan mengurangi, tapi menghentikan konsumsinya sama sekali. Sulit untuk mengetahui berapa kadar kafein dalam suatu minuman dan menentukan berapa kadar yang tepat untuk mereka. Jika penderita palpitasi tetap mengonsumsi minuman berkafein, baik itu kopi maupun teh, maka kondisi jantung berdebar akan makin parah," jelasnya.

Batasan kafein pada orang yang tak punya gangguan kesehatan adalah 200-300 mg per hari. Tapi, bagi yang sensitif dengan kafein, batasan yang aman menurut dr. Alvin adalah 0 mg.

Tips sehat minum kopi

Meski Anda termasuk yang aman-aman saja ketika menyeruput kopi, tapi tak ada salahnya juga menerapkan tips sehat minum kopi berikut ini. Tujuannya, agar organ pencernaan tetap sehat dan tak ada gangguan kesehatan yang mengintai. Adapun tips yang bisa dilakukan, yaitu:

- Jangan mengombinasikan kopi dan rokok. Sebab, nikotin dapat meningkatkan asam lambung.
- Hindari minum kopi saat perut kosong.
- Jangan langsung tidur setelah makan malam dan minum kopi. Berbaringlah sekitar 2-3 jam setelah makan, terutama pada malam hari.
- Jika punya hobi minum kopi, imbangi dengan tidak mengonsumsi makanan yang terlalu asam, pedas, dan berlemak. Begitu juga dengan minuman berkafein lainnya, seperti teh atau soda.
- Atur jadwal makan dengan baik. Usahakan setiap hari selalu makan dengan jam yang teratur agar pengeluaran asam lambung terjadi saat perut terisi.

Jadi, jantung berdebar setelah minum kopi adalah kandungan kafein yang merangsang sistem saraf pusat, sehingga muncul sensasi deg-degan Jika dibiarkan, jantung berdebar bisa semakin parah. Oleh karena itu, tak ada cara yang lebih efektif untuk mengatasi masalah tersebut selain menghentikan kebiasaan minum kopi ataupun minuman berkafein lainnya.(MS/RVS/klikdokter)


Berita Terkait

Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong, ini 5 Dampaknya

Bank Bukopin Gresik Serahkan Sembako Untuk Korban Terdampak Corona

Keren, Mesin Kopi Ini Berkonsep Mesin Formula F1

Pengunjung Warung Kopi Cetol di Pasar Gondanglegi Dibubarkan
Berita Terpopuler
Dump Truk Muatan Batu Coral Terbakar di Jalur Ngawi-Cepu
Peristiwa  5 jam

Sebanyak 308 Pedagang Jalani Rapid Test, 2 Diantaranya Reaktif Covid-19
Peristiwa  7 jam

Alhamdulillah, 7 Pasien Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19
Kesehatan  5 jam

5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  17 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber