Berita Terbaru :
Dimasa Pandemi, Seniman Pilih Buka Angkringan
Pemkot Surabaya Klarifikasi Pernyataan Risma Surabaya Hijau
Satu PDP Meninggal Dunia, Keluarga Tolak Pemulasaraan Protokol Kesehatan
Empat Rumah di Royal Kencana Disatroni Maling
Ulama Jember Doa Bersama Untuk Korban Bom Beirut
Seluruh Pegawai Puskesmas Maospati Jalani Tes Swab
Komisi A Minta Peran Aktif Guru di Wilayah Minim Akses Internet
Ipong Kantongi 4 Kandidat Pendampingnya di Pilkada 2020
Baru Keluar Penjara, Pencuri Modus Cari Kos Kembali Berulah
Rumah Roboh Timpa Penghuni, Seluruh Perabotan Tak Terselamatkan
Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Kasus Kematian Covid-19 Lampaui Persentase Global
Butuh 30 Hari MA Putuskan Bupati Jember
Timnas Belum Latihan, PSSI Berdalih Jumlah Peserta Swab Test Banyak
Protes Fasum, Warga Wisata Bukit Mas dan Satpam Perumahan Nyaris Ricuh
   

Nasi Jagung Instan Rendah Gula Menembus Pasar Nasional
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 11-09-2019 | 22:25 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Nasi Jagung Instan itu dipasarkan sampai Manado, Kalimantan, Medan, Serta berbagai kota di Pulau Jawa. Foto Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Banyak yang menganggap nasi jagung hanya makanan pedesaan yang murah. Namun, berkat sentuhan kreatif pria asal Kabupaten Tuban, nasi jagung menjadi produk bernilai jual dan mampu tahan lama.

Keluarga Setyo Pamuji (29) di Desa Grabagan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban ini setiap hari menumbuk jagung hasil panen ladang sendiri. Lalu dimasak sebagai pengganti nasi.

Bedanya, nasi jagung yang diproduksi tidak seluruhnya dikonsumsi pribadi. Selain mampu bertahan selama 1 tahun, nasi jagung instan dapat dijual sehingga memberi tambahan penghasilan.

Produk nasi jagung instan ini telah dipasarkan ke sejumlah daerah. Diantaranta manado, Kalimantan, Medan, serta berbagai kota di Pulau Jawa. Satu kantong berisi 500 gram nasi jagung instan, dijual seharga Rp 15 ribu.

Ide ini bermula dari melimpahnya hasil panen. Namun ironis, keberadaan jagung yang melimpah  kerap membuat harganya terjun bebas. Sehingga dirasa perlu membuat inovasi agar jagung memiliki nilai jual lebih bagus.

Kuliner tradisional ini cocok dikonsumsi penderita diabetes, karena rendah kandungan gula. Untuk menyantap nasi jagung instan, konsumen hanya perlu memanaskannya dulu.

"Selain menyehatkan, nasi jagung juga memiliki rasa enak, gurih dan nikmat. Teksturnya yang kasar cocok disantap dengan sayur lodeh atau masakan berkuah." kata Buat, penikmat nasi jagung

Nasi Jagung Instan hanya mampu diproduksi sebanyak 20kg/hari, karena minimnya tenaga dan alat. Padahal, makanan ini telah mendapat pesanan dari luar negeri. Namun, proses pengiriman masih menunggu ijin dikeluarkan Dinas terkait. (pul)





Berita Terkait

Nasi Jagung Instan Rendah Gula Menembus Pasar Nasional

Rica-Rica Mentok Nasi Jagung Khas Wonosalam

Nikmatnya Urap Daun Pakis dan Nasi Jagung di Warung Desa Ini

Festival Nasi Jagung Makanan Khas Kerajaan Mojopahit
Berita Terpopuler
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Covid-19  6 jam

Terobos Lampu Merah, 2 Pelajar Terkapar Terlibat Kecelakaan
Peristiwa  3 jam

Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Peristiwa  6 jam

Karena Takut Covid 19, Seorang Ibu Melahirkan Bayinya di Kamar Mandi
Malang Raya  5 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber