Berita Terbaru :
Cendikiawan NU Dukung Kementan Kembangkan Antivirus Eucalyptus
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Mo Salah Memang Berhati Mulia, Ini Sedekah Terbarunya setelah Liverpool Juara
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
46.334 Ribu Peserta UTBK Mulai Ujian Masuk PTN, Sempat Molor 15 Menit
Mendikbud Nadiem Ingin Kepsek dari Guru Penggerak, Indra Merasa Heran
Blitar Diguncang Gempa 5.3 Skala Richter
Konvesi PSI: Bacalon Wali Kota Surabaya Berdebat Seru soal Pasar Turi hingga PHK Massal
BPCB Jatim Mulai Uji Coba Eskavasi Situs Kumitir Jatirejo
Polisi Tangkap Pencuri Motor Lengkap Dengan 7 Hasil Curian
Inspektorat Terjunkan 4 Tim Kejar Kutu Dalam Program BPNT
Pasukan Garuda Indonesia Mampu Akhiri Peperangan Antar Suku di Kongo
Lima Bulan Terakhir Jumlah Penderita HIV/Aids Bojonegoro Mencapai 39 Orang
TMMD Tulungagung Terapkan Protokol Kesehatan Selama Masa Pandemi Covid-19
Inovasi Batako Berbahan Dasar Abu Sisa Pembakaran Sampah
   

Dituntut 2,5 Tahun, Marketing Cewek Menangis
Hukum  Rabu, 11-09-2019 | 18:54 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Yuana Chusnul Chotimah, marketing yang menggelapkan uang Rp 613 juta, tempatnya bekerja, dituntut 2 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa Kejari Surabaya. Usai pembacaan tuntutan, wanita berusia 27 tahun ini langsung menangis, lantaran perbuatannya untuk membantu usaha truk sang suami.

Dalam tuntutannya, jaksa Ali Prakoso dari Kejari Surabaya menyatakan terdakwa Yuana Chusnul Chotimah, terbukti bersalah menggelapkan uang Rp 613 juta milik UD Setia Jaya Sentoso, distributor triplek, tempatnya bekerja. 

Perbuatan perempuan berusia 27 tahun ini jelas melanggar pasal 374 KUHP. Atas perbuatannya, jaksa meminta majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana 2 tahun 6 bulan penjara. Atas tuntutan ini, Yuana sempat menangis lantaran perbuatannya untuk usaha truk sang suami.

Sekedar diketahui, Yuana Chusnul Chotimah ditangkap Polrestabes Surabaya usai menggelapkan uang Rp 613 juta milik UD Setia Jaya Sentoso, distributor  triplek, tempatnya bekerja, di Jalan Kupang Jaya Surabaya.

Modus yang dilakukan terdakwa yang digaji Rp 5 juta ini, dengan tidak menyetorkan uang setoran selama 5 bulan sejak April 2017 hingga September 2017. (end)




Berita Terkait

Keberatan Atas Dakwaan JPU, Saiful Illah Ajukan Eksepsi

Puluhan Mahasiswa Keperawatan dan Keluarga Korban Pembunuhan Demo Ke Pengadilan Negeri Sidoarjo

Tukang Sablon Pakai Ganja Selama Empat Tahun Jalani Persidangan Online

Terdakwa Aktifis Pelaku Perusakan Minta Bebas
Berita Terpopuler
Gempar,Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Peristiwa  2 jam

Tradisi Nyadar, Ritual Penghormatan Petani Garam Digelar di Tengah Pandemi Covi...selanjutnya
Life Style  16 jam

BMKG Instal Alat WRS Untuk Pemantauan Gempa Bumi atau Tsunami
Peristiwa  15 jam

Menkes Serahkan Santunan Rp 300 Juta Kepada Nakes Gugur Covid 19
Kesehatan  14 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber