Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Hukum 

Dituntut 2,5 Tahun, Marketing Cewek Menangis
Rabu, 11-09-2019 | 18:54 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Surabaya pojokpitu.com, Yuana Chusnul Chotimah, marketing yang menggelapkan uang Rp 613 juta, tempatnya bekerja, dituntut 2 tahun 6 bulan penjara oleh jaksa Kejari Surabaya. Usai pembacaan tuntutan, wanita berusia 27 tahun ini langsung menangis, lantaran perbuatannya untuk membantu usaha truk sang suami.

Dalam tuntutannya, jaksa Ali Prakoso dari Kejari Surabaya menyatakan terdakwa Yuana Chusnul Chotimah, terbukti bersalah menggelapkan uang Rp 613 juta milik UD Setia Jaya Sentoso, distributor triplek, tempatnya bekerja. 

Perbuatan perempuan berusia 27 tahun ini jelas melanggar pasal 374 KUHP. Atas perbuatannya, jaksa meminta majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana 2 tahun 6 bulan penjara. Atas tuntutan ini, Yuana sempat menangis lantaran perbuatannya untuk usaha truk sang suami.

Sekedar diketahui, Yuana Chusnul Chotimah ditangkap Polrestabes Surabaya usai menggelapkan uang Rp 613 juta milik UD Setia Jaya Sentoso, distributor  triplek, tempatnya bekerja, di Jalan Kupang Jaya Surabaya.

Modus yang dilakukan terdakwa yang digaji Rp 5 juta ini, dengan tidak menyetorkan uang setoran selama 5 bulan sejak April 2017 hingga September 2017. (end)




Berita Terkait


Sidang Kasus Pembunuhan Karyawan Bank Ricuh

Hakim Malang Tolak Sidang Tipiring Miras

Berbohong, Direktur Divonis 3,5 Bulan Penjara

Guntual, Terdakwa Penggunaan Gelar Sarjana Hukum Mangkir


Kasus Develover yang Menuntut Penghuni Perumahan Senilai Rp 3 Miliar Lebih Mulai Disidangkan

Sidang Gugatan Pra Peradilan Q net Datangkan Saksi Ahli

Setelah Tertunda, Sidang Praperadilan Qnet Digelar di Kediri

Gubernur Jatim Akan Menjadi Saksi Dalam Sidang Kasus Jual Beli Jabatan

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber