Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Pilkada 

Aang Kunaifi, Komisioner Bawaslu Jatim.
PNS Harus Mundur Bila Maju Kepala Daerah
Rabu, 11-09-2019 | 17:36 wib
Oleh : Ayul Anhdim
Surabaya pojokpitu.com, Bawaslu Jawa Timur meminta PNS yang maju dalam pilkada serentak di tahun 2020 nanti, untuk mengundurkan diri setelah resmi mendaftarkan diri di KPU. Bawaslu juga meminta aparatur sipil negara untuk netral. Hal tersebut diungkapkan anggota Bawaslu usai bertemu dengan Gubernur Jatim di Gedung Grahadi Surabaya.

Bawaslu Jawa Timur masih terkendala dengan anggaran untuk proses tahapan pengawasan dalam pelaksanaan pilkada 2020 di 19 kabupaten kota di Jatim. Saat ini, masih ada beberapa kabupaten kota yang anggaran untuk pengawasan belum ada, sehingga belum bisa berkerja.

Melihat kondisi itu, Aang Kunaifi, Komisioner Bawaslu Jatim, bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Grahadi Surabaya (11/9). Gubernur Jawa Timur sendiri akan segera berkoordinasi dengan Kemendagri untuk anggaran Bawaslu.

"Kami menyampaikan kepada Gubernur bahwa PNS yang mencalonkan diri dalam pilkada serentak nanti, untuk mengudurkan diri dan tidak memanfaatkan program pemerintah untuk menaikan popularitas," tutur Aang Kunaifi

Bawaslu juga meminta PNS untuk netral dalam pilkada serentak nanti. Bawaslu mengaku siap menyongsong pilkada serentak di tahun 2020 nanti.(end)




Berita Terkait


PNS Harus Mundur Bila Maju Kepala Daerah

Calon Kepala Daerah Diminta Buat Program Perlindungan Anak

PDIP Keluarkan 6 Rekom Calon Kepala Daerah di Jatim


KPU Jatim Bahas Pemeriksaan Kesehatan Calon Kepala Daerah

Calon Kepala Daerah dari PNS dan Anggota Dewan Harus Berhenti Sebelum Mendaftar ke KPU

Calon Kepala Daerah Diminta Buat Program Perlindungan Anak

Pelantikan Calon Kepala Daerah Terpilih Seharusnya Serentak

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber