Berita Terbaru :
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
   

Supir Angkot Ancam Mogok Kerja, Tuntut Taxi Online Ditutup
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 11-09-2019 | 16:24 wib
Reporter : Felli Kosasi
Massa meminta DPRD membantu menjembatani keluhan taxi konvensional atas maraknya aplikator yang tidak resmi. Sehingga merugikan sopir taxi konvensional lantaran ditinggal pelanggannya. Foto Felli
Jember pojokpitu.com, Ratusan sopir taxi konvensional di Jember melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD dan Pemkab Rabu siang (11/9).

Sopir taxi konvensional ini memarkir taxinya di depan Kantor Pemkab Jember. Bersama 5 anggota DPRD Jember, ratusan pendemo ini selanjutnya menuju ke Aula Pemkab untuk menemui perwakilan Pemerintah Kabupaten.

Para pendemo ditemui oleh Dinas Perhubungan setempat tanpa kehadiran Bupati. Mereka masuk ke ruang yang telah disediakan, dan menyampaikan tuntutannya kepada para eksekutif itu.

Namun para pendemo memiluh langsung pulang usai meminta ketegasan Pemkab agar menutup aplikasi online yang bandel dan tidak patuh. Hingga kini, aplikator tidak resmi itupun masih beroperasi di Jember. Dengan tegas, para pendemo meninggalkan Kantor Pemkab Jember.

Menurut Siswoyo, Korlap, mengancam akan mogok kerja jika tidak ada tanggapan serius dari Pemkab Jember atas janjinya yang akan menutup aplikator tidak resmi. Ia tidak rela jika Bupati Jember diremehkan oleh salah satu aplikator. (pul)



Berita Terkait

Supir Angkot Ancam Mogok Kerja, Tuntut Taxi Online Ditutup
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  3 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  15 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  12 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber