Berita Terbaru :
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
Terkendala Konversi Mata Uang, Calon Jemaah Dihimbau Tak Tarik Setoran di BPKH
   

Bulan Muharam, Ratusan Anak-Anak Nelayan Gelar Pawai Obor
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 11-09-2019 | 11:02 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Ratusan anak-anak kampung nelayan di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo bersiap menggelar pawai obor. Foto Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Menginjak tanggal 10 muharam, ratusan anak-anak nelayan di Kabupaten Probolinggo, jawa timur menggelar tradisi aleng-leng disah. Disebut tradisi aleng-leng disah, atau keliling desa dengan membaca doa serta sholawat nabi sambil membawa obor. Pesertanya dari berbagai santri langgaran, salah satunya dari taman pendidikan Al Quran Al Fath desa setempat.

Peserta pawai ini berjalan dari jalan kampung satu ke kampung yang lain, bahkan hingga jalan sempit. Meski terlihat sederhana, anak-anak hingga remaja senang mengikuti pawai tersebut. Bahkan tak ketinggalan para orang tua ikut pawai.

Usai mengumandangkan doa dan sholawat keliling kampung, pawai diakhiri di masjid setempat. Dilanjutkan dengan ceramah dan doa yang pimpin ulama setempat.

Lailatul Fitria salah satu peserta pawai obor mengaku, meski harus berjalan keliling kampung, dirinya tidak merasa lelah. Sebab di sepanjang perjalanan sambil membaca ayat-ayat suci Al Quran dan sholawat Nabi Muhammad .

Sementara itu menurut Ustadz  Abdullah ulama setempat, tradisi doa aleng-leng disah ini mulai jarang ditemui. Padahal merupakan tradisi islam sejak jaman dulu, yang sekaligus wadah siar agama.

Warga berharap, usai digelarnya tradisi tersebut, dapat terhindarkan dari segala musibah. Utamanya bencana alam dan perpecahan bangsa. (pul)

 


Berita Terkait

Pawai Susur Sungai Rayakan Malam Idul Fitri Ditengah Pandemi

Pawai Perahu Hias, Peringati Hari Juang TNI AD

Pawai Seni dan Budaya, Kabupaten Situbondo Lestarikan Potensi Daerah

Kasihan, Peserta Pawai Budaya Pingsan di Tengah Jalan
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  3 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  16 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  13 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber