Berita Terbaru :
Pemkab Ngawi Belum Berani Buka Lokasi Obyek Wisata
Patroli New Normal, Rapid Tes Didapati 6 Org Reaktif
PGRI Jatim Usulkan KBM Dimulai Januari 2021
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
   

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan
Ekonomi Dan Bisnis  Rabu, 11-09-2019 | 00:05 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Kemarau panjang menyebabkan sejumlah waduk dan sungai di Kabupaten Tuban, kering kerontang. Akibatnya, lahan pertanian jagung rusak, karena tidak mendapat pasokan air cukup selama berbulan-bulan. Untuk menekan kerugian, petani terpaksa panen lebih awal, sehingga hasilnya menurun 40 persen.

Kondisi bendungan sungai Kedung Ireng di kaki perbukitan kapur Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban hanya terlihat bongkahan batu dan pasir berserakan di dasar sungai.

Kemarau panjang selama 4 bulan terakhir menyebabkan sejumlah sumber mata air mati. Air sungai kedung ireng pun terus surut, dan hanya menyisahkan sedikit genangan di sudut bendungan.

Dampaknya pada lahan pertanian jagung di Desa Genaharjo. Tanaman jagung tidak mendapat pasokan air cukup, sehingga rusak mengering. Bahkan beberapa diantaranya tumbuh kerdil tanpa menghasilkan bonggol.

Mbah Mijan, salah satu petani mengatakan, untuk mengurangi kerugian, petani panen lebih awal. "Akibatnya, hasil panen turun 40 persen dibanding waktu normal," ujarnya.

Petani berharap musim kemarau segera berakhir, sehingga mereka dapat memulai bercocok tanam kembali. "Semusim ini para petani merugi, karena tanaman banyak yang mati atau panen dini," imbuhnya. (yos)

Berita Terkait

Kemarau Panjang, 59 Desa di Gresik Kering Kerontang

Panen Jagung Turun 40 Persen Akibat Kekeringan

Kemarau Panjang, Volume Air Waduk Pacal Menipis Tak Mampu Aliri Lahan Pertanian

Dampak Kemarau Produksi Susu Sapi Menurun
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  9 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  6 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  21 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  23 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber