Berita Terbaru :
Tim Gugus Tugas Covid-19 Rapid Test Keluarga PDP
Sebar Berita Hoax, Seorang Warga Tertangkap Polisi
Pasca Libur, Pemohon SIM di Polresta Sidoarjo Membludak
ASN Jatuh ke Jurang Saat Potong Pohon Jati
Salah Paham Suara Motor, Seorang Pemuda Dikeroyok
Seorang Warga Negatif Dari Covid 19 Setelah Menjalani Test Poliymerase Chain Reaction
Anggaran 40 M Alokasikan Pemkab Madiun Untuk Penanganan Covid-19
Viral Tim Medis Ber-APD Evakuasi Orang Terlantar Tak Beridentitas Pingsan
Kades Minta Pemkab Nganjuk Memperlakukan Khusus Ratusan Warga Berstatus OTG
Perbaiki Atap, Seorang Pekerja Tersengat Listrik
Antisipasi Aksi Borong Waspada Covid 19, Petugas Operasi Pasar
Mengaku Rugi Rp 2,3 Miliar, Arema Fc Akan Berlatih 1 Juni
Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Terhambat Status Keadaan Darurat, DPRD Tunda Sidang Pembahasan LPKJ
Hadang Penyebaran Covid 19 Warga Berlakukan Satu Pintu Masuk
   

Kesakralan Bulan Suro, Puluhan Warga Ikut Ruwat Sukerta
Rehat  Senin, 09-09-2019 | 16:19 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Tahun baru hijriyah atau yang biasa disebut bulan suro bagi orang jawa, dinilai sebagai bulan yang sakral. Di Kabupaten Mojokerto, momen bulan suro dimanfaatkan ratusan warga untuk menggelar ritual ruwat massal.

Pesertanya dari berbagai kota di Jawa Timur, mengikuti ritual ruwat sukerta massal di Pendopo Agung Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Ritual digelar di bulan suro penanggalan jawa ini, dipercaya bisa membuang sial dan membuka rezeki.

Sebelum dilakukan ritual, para peserta diwajibkan melepas pakaianya dan memakai kain putih. Ritual ini dilakukan dengan cara menyiramkan campuran tujuh jenis air suci dari ujung rambut hingga ujung kaki. Para peserta juga dipotong beberapa helai rambutnya sebagai simbol pembuangan energi negatif.

Peserta yang mengikuti ritual ini, bukan hanya orang dewasa saja. Sejumlah peserta juga mengajak anaknya, dengan harapan dapat membuang  sial dan membuka rezekinya di masa depan.

Menurut Ki Wiro Kandeg Wongso pemangku adat, tradisi ruwatan merupakan tradisi leluhur sejak jaman dulu. Ruwat ini sangat bermanfaat bagi manusia untuk menghilangkan balak dan membuka pintu rezeki.

"Air suci yang digunakan untuk meruwat peserta, diambil dari 14 petirtaan peninggalan Majapahit. Air tersebut diunduh tepat saat malam tahun baru suro lalu, dan dicampur menjadi satu," kata Ki Wiro Kandeg Wongso.

Usai pelaksanaan ruwatan massal, dilakukan doa bagi peserta ruwat dan diakhiri dengan rebutan berbagai peralatan rumah tangga dan nasi tumpeng. (pul)

Berita Terkait

Kesakralan Bulan Suro, Puluhan Warga Ikut Ruwat Sukerta

Peringati 1 Muharam, Warga Ponorogo Berebut Tumpeng Sedekah Bumi

Sambut Bulan Suro, Warga Berebut Dawet Tolak Balak

Muharrom, Berkah Bagi Penjamas Keris
Berita Terpopuler
Jelang Puasa dan Dampak Corona, Harga Daging Naik
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam

Aplikasi Ini Tawarkan Gratis Kuota Selama di Rumah Saja
Teknologi  17 jam

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah
Peristiwa  4 jam

FK Unair Sumbang Washable Hazmat ke RSUD dr Soetomo
Metropolis  13 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber