Berita Terbaru :
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Selama Pandemi Covid-19, Pusvetma Gelar Vaksinasi Rabies Secara Drive Thru Pertama Kali
Kreasi di Tengah Pandemi, Mahasiswa Tulungagung Buat Kerajinan Shadow Box Light
Sekda Ponorogo : Rp 200 M Murni Demi Masyarakat, Tidak Ada Kepentingan Politik
Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
   

Kesakralan Bulan Suro, Puluhan Warga Ikut Ruwat Sukerta
Rehat  Senin, 09-09-2019 | 16:19 wib
Reporter : Aminuddin Ilham
Mojokerto pojokpitu.com, Tahun baru hijriyah atau yang biasa disebut bulan suro bagi orang jawa, dinilai sebagai bulan yang sakral. Di Kabupaten Mojokerto, momen bulan suro dimanfaatkan ratusan warga untuk menggelar ritual ruwat massal.

Pesertanya dari berbagai kota di Jawa Timur, mengikuti ritual ruwat sukerta massal di Pendopo Agung Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Ritual digelar di bulan suro penanggalan jawa ini, dipercaya bisa membuang sial dan membuka rezeki.

Sebelum dilakukan ritual, para peserta diwajibkan melepas pakaianya dan memakai kain putih. Ritual ini dilakukan dengan cara menyiramkan campuran tujuh jenis air suci dari ujung rambut hingga ujung kaki. Para peserta juga dipotong beberapa helai rambutnya sebagai simbol pembuangan energi negatif.

Peserta yang mengikuti ritual ini, bukan hanya orang dewasa saja. Sejumlah peserta juga mengajak anaknya, dengan harapan dapat membuang  sial dan membuka rezekinya di masa depan.

Menurut Ki Wiro Kandeg Wongso pemangku adat, tradisi ruwatan merupakan tradisi leluhur sejak jaman dulu. Ruwat ini sangat bermanfaat bagi manusia untuk menghilangkan balak dan membuka pintu rezeki.

"Air suci yang digunakan untuk meruwat peserta, diambil dari 14 petirtaan peninggalan Majapahit. Air tersebut diunduh tepat saat malam tahun baru suro lalu, dan dicampur menjadi satu," kata Ki Wiro Kandeg Wongso.

Usai pelaksanaan ruwatan massal, dilakukan doa bagi peserta ruwat dan diakhiri dengan rebutan berbagai peralatan rumah tangga dan nasi tumpeng. (pul)

Berita Terkait

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H, Kapolda Jatim Siagakan Pasukan di Masing - Masing Wilayah

Kesakralan Bulan Suro, Puluhan Warga Ikut Ruwat Sukerta

Peringati 1 Muharam, Warga Ponorogo Berebut Tumpeng Sedekah Bumi

Sambut Bulan Suro, Warga Berebut Dawet Tolak Balak
Berita Terpopuler
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
Teknologi  4 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  11 jam

Hilangkan Kejenuhan, Siswa Belajar Di Alam Bebas
Pendidikan  9 jam

Tim Gabungan Gelar Operasi Yustisi di Jalur Poros Pantura
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber