Berita Terbaru :
Tes Swab Kedua, 20 Pegawai Puskesmas Banyu Urip Dinyatakan Negatif
Kejari Tunggu Pelimpahan Tahap 2 Kasus Watu Dakon
Total 122 Karyawan Petrokimia Group Ditemukan Positif Covid 19
GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Ketua DPRD Sayangkan MPLS Tatap Muka SMPN 4
Kurang Hati-Hati Saat Bermain, Bocah 13 Tahun Jatuh ke Sumur
Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Penumpang Tewas di Dalam Bus, Evakuasi Dengan Protokol Covid-19
Petugas BPCB Eskavasi Struktur Bangunan Kaki Candi Kerajaan Kuno
Xenia Tabrak Warung Karena Sopir Berhalusinasi
Mobil Minibus Berisi Puluhan Jerigen BBM Terbakar di SPBU Pamekasan
Tak Tahan Dirawat, Pasien Covid-19 Pilih Kabur
Liga 1 Restart, Madura United Pastikan Tetap Berkandang di Pulau Garam
Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Meminimalisir Tatap Muka, MPLS Dengan Sistem Drive Thru
   

Warga Jombang Jalan Kaki Keliling Kota Tolak Perpecahan
Mataraman  Senin, 09-09-2019 | 02:04 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Jalan kaki bersama sebagai sikap penolakan terhadap perpecahan bangsa. Gerakan bertajuk merajut nusantara ini menampilkan sejumlah pakaian adat. Foto Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Beragam cara dilakukan sebagai bentuk gerakan menolak perpecahan pasca insiden Papua. Di Jombang ratusan massa dari bebagai latar belakang jalan kaki bersama keliling kota Jombang.

Dimulai dari Alon Alon Jombang, gerakan merajut nusantara jalan kaki bersama keliling kota Jombang dimulai.  Pesertanya sekitar 800 massa terdiri dari  anak-anak dewasa dan orang tua. Baris berderet menunggu hitungan start. Peserta mengenakan kostum berbagai daerah di Indonesia. 

Gerakan ini  ditandai dengan menerbangkan balon ke udara bersama-sama. Selanjutnya peserta langsung melangkah menyusuri rute yang telah ditentukan panitia. Jarak yang harus ditempuh peserta, sepanjang 6 kilometer. Jalur car free day dimanfaatkan untuk mengkampanyekan gerakan ini.

Darajat panitia mengatakan, gerakan merajut nusantara ini dilakukan serentak di sejumlah propinsi di Indonesia. "Tujuannya tidak lain untuk menjaga negeri ini dari berbagai ancaman perpecahan," kata Derajat.

Jalan kaki bersama digelar sebagai peran akif masyarakat dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Antusias masyarakat yang tinggi, membuat panitia berencana akan menggelar kegiatan serupa  pada tahun 2020 dengan peserta yang lebih besar.  (pul)

Berita Terkait

Warga Jombang Jalan Kaki Keliling Kota Tolak Perpecahan

Amir, Pria Pejalan Kaki Medan - Banyuwangi Berbuntut Masalah

Usai Sehat Dari Lumpuh, Amir Jalan Kaki Dari Medan ke Banyuwangi

Memenuhi Nazar, Amiruddin Jalan Kaki 3000 Kilometer
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  16 jam

GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Hukum  1 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  15 jam

Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Politik  2 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber