Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Pusaka ini merupakan peninggalan tokoh agama dan cikal bakal berdirinya Desa Ngliman, Nganjuk. Foto Achmad Syarwani
Warga Nganjuk Gelar Jamasan Pusaka di Bulan Suro
Minggu, 08-09-2019 | 09:16 wib
Oleh : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Warga Nganjuk menggelar Jamasan Pusaka atau memandikan pusaka. Tradisi turun temurun ini, terdapat 6 pusaka yang dijamas atau dimandikan.

Enam pusaka peninggalan Ki Ageng Ngaliman, merupakan tokoh penyebar agama Islam di wilayah Ngliman Sawahan, sekaligus cikal bakal berdirinya Desa Ngliman.

Kirab ini dimulai dari Makam Ki Ageng Ngliman, berjalan menggendong 6 pusaka peninggalan Ki Ageng Ngaliman yang terbukus kain. Untuk dijamas oleh tokoh adat di Balai Desa Ngliman. Peserta kirab mengenakan pakaian adat jawa, lengkap dengan keris, serta membakar dupa.

Keenam pusaka yang dijamas atau dimandikan berupa keris yakni Kyai Kembar, dan berupa pewayangan yaitu Mbah Bondan, Mbah Joko Truno, Mbah Bethik, Raden Panji, dan Nyai Dukun. Masing-masing dimandikan oleh tokoh adat setempat menggunakan air kembang.

Tradisi ini digelar setiap tahun pada bulan Suro dengan maksud meneruskan tradisi turun temurun. Selain itu, makna dari Jamas Pusaka ini adalah simbol manusia harus membersihkan diri, karena terdapat kekurangan dan kesalahan yang harus dibersihkan. Mereka yang datang ke tempat Jamasan Pusaka ini berharap mendapatkan berkah. 

Setelah jamasan pusaka, puluhan warga mendekat berdasakan pada tempat jamasan untuk berebut air sisa jamasan. Dengan harapan sisa air jamasan tersebut sebagai perantara dari yang maha kuasa untuk menjauhkan dari segala macam marabaya dan memberikan keberkahan. Warga dapat menggunakan sisa air jamasan tersebut untuk tanaman, tempat tinggal dan sebagainya.

Sementara itu, diharapkan tradisi Jamas Pusaka ini tetap lestari dengan mengajarkan kepada anak-anak muda untuk menjunjung tinggi adat yang diajarkan turun menurun. Sehingga, budaya tersebut tetap dilaksanakan dan diyakini terdapat nilai-nilai yang baik, warisan budaya jawa pada umumnya, dan masyarkat Ngliman pada khusunya, sehingga ini tidak akan punah.




Berita Terkait


Lestarikan Benda Pusaka Melalui Jamasan Massal

Prosesi Jamasan Keris Keraton Sumenep

Warga Nganjuk Gelar Jamasan Pusaka di Bulan Suro

Ritual Jamasan Gong Pradah Ricuh , Warga Pembawa Gong Saling Dorong


Penjamasan Pusaka Menjelang Peringatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek Ke-825

Jamasan Empat Pusaka Kabupaten Ngawi

Ritual Jamasan Gong Pradah Ricuh , Warga Pembawa Gong Saling Dorong

Warga Desa Gelar Tradisi Jamasan Pusaka di Bulan Suro

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber